Beranda Lombok Barat Peringatan Sumpah Pemuda Ala MAN Lobar

Peringatan Sumpah Pemuda Ala MAN Lobar

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA PERINGATAN: Kepala MAN Lobar HM Nasri Anggara (berkopiah) saat mengelar parade bersama siswa MAN Lobar, belum lama ini.

Gelar Tiga Perayaan, Perkuat Silahturahmi Antar Sekolah

Hari Sumpah Pemuda dimanfaatkan MAN Lobar untuk sekaligus memperingati hari jadi MAN Lobar ke-9 dan Hari Santri Nasional. Bagaimana keseruan peringatannya? Berikut liputannya.
WINDY DHARMA-LOBAR
KAMI putra putri bangsa Indonesia bertanah air, berbangsa dan berbahasa satu, bangsa Indonesia. Ikrar Sumpah pemuda itu dibacakan Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Lombok Barat (Lobar) H M Nasri Anggara. Saat apel memperingati Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober lalu.
Tidak hanya memperingati Sumpah Pemuda. Ternyata momentum itu juga diperingati untuk hari jadi MAN Lobar dan Hari Santri Nasional. Mengambil te,a “Begawe Nyiwak Tanjuk”, dipilih MAN Lobar untuk memperingati tiga hari besar itu. Berbagai rangkaian kegiatan pun digelar demi memeriahkannya. Seperti menggelar pelatihan kepemimpinan OSIS, pentas seni (Pensi) hingga upacara dengan menggenakan pakaian adat untuk meningkatkan jiwa nasionalisme.
Selain itu, jalinan silahturahmi dipererat terus pihak MAN Lobar. Dengan mengundang seluruh MA hingga sekolah terdekat dengan MAN Lobar. Seperti SMPN 1 Gerung, SMAN 1 Gerung hingga SMK Lembar. “Alhamdulillah jalinan sirahturahmi sudah kita bina. Di event-event seperti itu, kami tetap mengundang,” ungkap Nasri yang ditemui di ruang kerjanya, kemarin.
Undangan semacam itu tak hanya dilakukan pada saat acara tersebut. Namun sekolah yang cukup terkenal dengan ekstrakurikuler pramukanya ini, kerap mengundang sekolah lain untuk mengikuti Lomba Pramuka Lobar (Gelora). Seperti dilaksanakan beberapa waktu lalu di Giri Menang Squere.
Kembali ke peringatan Sumpah Pemuda. Sejauh ini tak sedikit para generasi bangsa yang tidak mengetahui pasti sejarah peringatan yang bersejarah bagi bangsa Indonesia itu. Tidak ingin hal itu terjadi di MAN Lobar. Nasri mengelar beberapa kegiatan yang menggugah rasa kebangsaan siswanya.
Seperti parade budaya. Melalui kegiatan itu, Nasri ingin anak didiknya mengetahui sejarah perjuangan para pemuda. Melalui perjuangan pemuda menyatukan bangsa Indonesia dari sabang sampai merauke. Antusiasme terlihat dari para pelajar MAN Lobar dan sejumlah sekolah, dengan menambilkan berbagai kreasi pakaian adat daerah di Indonesia. “Meski tidak banyak, tetap menggelorakan semangat juang 28 Oktober,” katanya.
Pihaknya berharap dengan berbagai kegiatan yang digelar ini, bisa membangkitkan rasa kebanggan sebagai pemuda Indonesia. Sebab nantinya para pelajarnya ini akan lebih banyak mengenal pemuda dari berbagai daerah dengan berbeda bahasa ketika menginjak bangku perkuliahan. “Semangat mengelorakan pemuda dan santri,” tegasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here