Beranda Kriminal Kasus Curanmor dan Narkoba Membludak

Kasus Curanmor dan Narkoba Membludak

BERBAGI
ILUSTRASI

PRAYA —Perkara kasus pencurian dan penyalahgunaan narkoba membludak, ini sesuai data disampakan dan yang dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Tengah (Loteng) tahun 2018. Kasus pencurian yang banyak disidangkan itu, pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan penyalahgunaan barang haram jenis sabu.
Plt Kasi Pidum Kejari Loteng, Edi Tanto Putra saat menegaskan, kasus narkotika jenis sabu-sabu dan curanmor ini menjadi perkara yang paling banyak ditangani. Sebab, dua kasus itu mencapai 40 persen dari total keseluruhan perkara pidana umum ditangani. Tingginya jumlah dalam perkara itu, kini menjadi ancaman serius daerah Loteng. Sehingga pemberantasan peredaran narkotika dengan jaringan curanmor ini harus lebih ditingkatkan.
“Pelimpahan jumlah dua perkara ini seimbang dibandingkan dengan kasus lainya. Karena hampir setiap hari kami tetap menerima limpahan dari Polres,” bebernya, Senin malam di halaman Polres Loteng.
Dia menegaskan, jumlah limpahan kasus dari polisi yang mereka terima dalam satu bulan mencapai sekitar 40 kasus baik perkara narkoba maupun kasus lainnya. Sehingga, jumlah dalam satu tahunnya mencapai 300 lebih kasus pidana umum yang ditanganinya.
“Untuk tahun ini saja, sudah mencapai 302 kasus yang kita tangani. Tapi kita sudah limpahkan ke pengedilan semua,” katanya.
Dia mengaku, jika dibandingkan penanganan perkara tahun sebelumnya, tahun ini dua kasus tersebut dibilang meningkat signifikan. Oleh karena itu, pihaknya harapkan agar penanganannya harus dimaksimalkan. Paling tidak yang ditangkap bukan hanya pelaku pemakai saja, namun pelaku yang merupakan bandar maupun sebagai penadah kendaraan hasil curian tersebut.
“ Kebanyakan pelaku yang ditangkap selama ini adalah hanya pemakai dan pecuri. Dan barang bukti (BB) mereka juga sangat kecil sekali,” ungkapnya.
Selain itu, sebagai penegak hukum pihaknya harapkan untuk menurunkan dua kasus tersebut harus ada keterlibatan dari semua unsur untuk membantu. Pasalnya, sebagai aparat tentu mereka tidak bisa bekerja sendiri.
“Kalau kita bekerja sama, saya yakin peredaran narkoba ini akan pelahan menurun,” yakin dia. (jay/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here