Beranda Mataram 2 Ribu Sertifikat Gratis Dibagi ke Masyarakat

2 Ribu Sertifikat Gratis Dibagi ke Masyarakat

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA SERAHKAN: Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh saat menyerahkan sertifikat dalam kegiatan pendaftaran Tanah Sistem Gratis Lengkap (PTSL).

MATARAM —Sebanyak 2 ribu sertifikat tanah dari kegiatan Pendaftaran Tanah Sistem Lengkap (PTSL) tahap I tahun 2018 di Kota Mataram diserahkan ke masyarakat, kemarin. Ketua panitia kegiatan PTSL di Kota Mataram sekaligus Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang dalam laporannya mengatakan, Pemerintah Kota Mataram berkomitmen membantu masyarakat. Sehingga hak masyarakat terkait kepemilikan tanah dapat terpenuhi dengan mengalokasikan anggaran Rp 750 juta rupiah untuk membayar retribusi atau pungutan resmi yang dikenakan dalam pengurusan 7.500 sertifikat tanah milik masyarakat Kota Mataram.
Sehingga pengurusan 7.500 sertifikat tanah yang masuk dalam kegiatan PTSL tahap i tahun 2018 di Kota Mataram dapat dilaksanakan secara gratis. Karena berdasarkan SK dari pusat, BPN Provinsi NTB diperkenankan untuk mengenakan retribusi sebesar Rp 350 ribu. Selain itu pada tahun 2019 nanti, akan ada penyempurnaan sistem IT oleh Pemerintah Kota Mataram. “Nantinya seluruh informasi mengenai tanah-tanah yang ada di Kota Mataram dapat diakses secara lebih mudah melalui internet,” jelasnya.
Sementara Kepala BPN/ATR Provinsi NTB Dalu Agung Darmawan mengatakan, 2 ribu sertifikat tanah yang diserahkan ini merupakan sebagian dari jumlah seluruhnya sebanyak 7.500 sertifikat tanah yang menjadi target untuk diterbitkan di Kota Mataram sampai dengan akhir tahun 2018. Sampai saat ini, target yang ditetapkan di Kota Mataram telah hampir 100 persen selesai.
Selain memberi manfaat kepada masyarakat dengan memberi kepastian hukum dan perlindungan hak atas tanah, kegiatan PTSL juga bermanfaat bagi pemerintah daerah dalam kaitannya dengan perencanaan tata ruang dan wilayah. Sekaligus mempermudah pemerintah daerah dalam penetapan pajak. “Bagi masyarakat, saya sampaikan pesan dari Bapak Presiden. Kalau sudah menerima sertifikat jangan sampai “disekolahkan”. Jangan sampai hanya karena nominal tertentu akhirnya justru tanahnya nanti melayang,” pesannya.
Sedangkan Wali Kota Mataram H. Ahyar Abduh menyatakan, Pemerintah Kota Mataram telah berkomitmen untuk dapat secara maksimal memberikan pelayanan kepada masyarakat di segala bidang. Termasuk membantu masyarakat agar dapat memiliki sertifikat tanah secara gratis.
Wali Kota juga memberikan apresiasi pada BPN Provinsi NTB yang telah menghajatkan untuk menjadikan Kota Mataram sebagai daerah dengan penataan bidang tanah secara lengkap di Provinsi NTB. Bila pada tahun 2017 telah diserahkan sejumlah 5 ribu sertifikat, dan tahun 2018 sejumlah 7.500 sertifikat. Diharapkan Wali Kota pada tahun 2019 mendatang, seluruh tanah yang ada di Kota Mataram telah bersertifikat.
Hal tersebut juga untuk menghindarkan agar jangan sampai terjadi warga yang saling terpecah-belah dan bersengketa karena kepemilikan tanah. Karena itu untuk warga Kota Mataram yang telah mendapatkan sertifikat tanah, Wali Kota meminta agar dapat mengedepankan rasa syukurnya. “Bersyukur, disimpan baik-baik,” pesannya. (rin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here