Beranda Mataram Rencana Aksi Pemulihan Bencana Masih di Provinsi

Rencana Aksi Pemulihan Bencana Masih di Provinsi

BERBAGI
DOK/RADAR MANDALIKA H Amiruddin

MATARAM —Usulan tahapan pemulihan dan rekonstruksi pascabencana gempa sudah disusun Pemkot Mataram. Total kerugian akibat gempa yang dicantumkan dalam rencana aksi mencapai Rp 1 triliun lebih.
Menurut Kepala Bappeda Kota Mataram, H Amiruddin, rencana aksi itu telah dikirim ke Pemerintah Provinsi NTB pada 15 Oktober lalu. “Kita sudah kirim, tapi masih harus menunggu kabupaten/kota lain se NTB. Setelah direkap, baru dibawa ke BNPB,” katanya, kemarin.
Dalam rencana aksi itu, dipastikan Amiruddin tidak ada ada tumpang tinggi penanganan. Kalaupun ada, dari pihak kementerian di pusat diyakini akan saling klarifikasi. Sehingga tidak terjadi tumpang tindih program.
Mengenai kapan usulan sesuai rencana aksi itu disetujui pemerintah pusat, Amiruddin belum bisa memastikan. “Nanti akan bertahap tiga tahun pencairannya, bisa sampai 2020,” katanya.

Meski begitu, ia optimistis usulan bisa terealisasi. Sebab, lobi-lobi terus dilakukan dan dikawal penuh selama berada di kementerian. “Harus terus dikejar, dan ditagih. Optimistis kesehatan dan pendidikan terbantu,” sambungnya.
Ditambahkan, proses penetapan kerusakan dan kerugian serta indikasi pendanaan ditetapkan dengan surat keputusan (SK) Wali Kota. Sesuai Inpres Nomor 5 Tahun 2018, semua pelayanan dasar dibiayai dari APBN. Namun adapula sebagian dialokasikan di APDB murni tahun 2019. “Kalau mendesak bisa pakai dana siap pakai. Sekolah-sekolah sebagian dari kita, ada beberapa yang kita mampu biayai dari APBD. Kalau tidak mampu, ajukan ke APBN. Utamanya yang kerusakannya di atas Rp 200 juta,” jelasnya. (rin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here