Beranda Lombok Utara Pendapatan PDAM Jeblok

Pendapatan PDAM Jeblok

BERBAGI
Ahmad Rohadi/Radar Mandalika Raden Walliadin

KLU —Bencana gempa bumi di Kabupaten Lombok Utara (KLU) memberikan dampak cukup besar terhadap keberlangsungan aktifitas pelayanan PDAM dan pendapatannya pasca gempa. Hal ini diungkapkan Dirut PDAM KLU, Raden Walliadin, kemarin.

“Pendapatan kita sejak Agustus memang menurun drastis. Jauh berbeda dengan bulan Juli lalu dan bulan sebelumnya,” tuturnya.
Dari data PDAM Lombok Utara tercatat pada Bulan Juli 2018 pendapatan mencapai Rp 1.046.091.710. Kendati pada Bulan Agustus angka tersebut terjun bebas hingga mencapai Rp 352.186.202. Pada Bulan September pun pendapatan yang dihasilkan juga tidak lebih baik yaitu tercatat Rp 399.627.660. Kondisi ini diperparah dengan rusaknya meteran masyarakat yang tercatat sebanyak 7 ribu dari 14 ribu pelanggan berdasarkan estimasi setelah dilakukan kajian. Hal ini tentu menambah krodit persoalan yang ada di internal PDAM.
“Pipa 12 inch yang di Jongplaka (Mata air) rusak tetapi langsung kita perbaiki segera. Makanya dua hari setelah gempa air sudah bisa mengalir. Untuk pipa ukuran 8 inch sekarang mau selesai diperbaiki,” katanya.
Menurutnya, saat penanganan gempa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas PUPR, DLHPKP, BPBD, relawan dan kementerian kaitan untuk mendistribusikan air bersih ke posko-posko pengungsian. Dimana terdapat 19 mobil tangki yang setiap harinya membawa tak kurang dari 40 ribu kubik air bersih dari mata air PDAM.
“Kita pasang keran air minum di beberapa lokasi supaya masyarakat bisa langsung minum di sana gratis,” ucapnya.
“Itu juga bentuk pelayanan. Kami memaklumi kondisi saat ini, kita harap masyarakat bisa pulang ke rumah (atau huntara) agar kami bisa menentukan titik-titik meteran yang akan diperbaiki. Dengan begitu air bisa lancar dialirkan dan kami bisa melayani masyarakat,” paparnya.
Rerusaknya sebagian aset PDAM setempat dari reservoar di mata air, jaringan perpipaan pun meteran yang terpasang di rumah pelanggan hingga pendapatan yang menurun membuat PDAM harus menguras pikiran. Tetapi meski demikian kata Walliadin PDAM tetap berusaha melayani masyarakat,.
“Banyak yang rusak kami sebetulnya dilematis. Tetapi mau bagaimana lagi, kita tetap melayani masyarakat karena air ini adalah kebutuhan,” ungkapnya. (cr-dhe)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here