Beranda Headline Pembangunan Huntap Kurang Gesit

Pembangunan Huntap Kurang Gesit

BERBAGI
JHONI SUTAGGA/RADAR MANDALIKA ROBOHKAN: Satu alat berat tengah merobohkan bangunan di Lombok Utara, beberapa waktu lalu.

MATARAM – Pembangunan Hunian Tetap (Huntap) korban gempa Lombok dan Sumbawa kurang gesit. Hingga saat ini, rumah Huntap model rumah instan sehat sederhana (RISHA) hanya baru yunit selesai dibangun. Sementara ribuan lainnya masih dalam proses pembangunan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Muh Rum menjelaskan hasil verifikasi data rumah kategori Rusak Berat (RB) per 21 Oktober kemarin di tujuh kabupaten di NTB mencapai 73.301. Dari data itu yang telah menentukan minat model Huntap baru 7.143 terdiri dari model rumah rumah instan sehat sederhana (RISHA) 3.096, rumah instan kayu (RIKA) 1.843 dan rumah instan konvensional (RIKO) 2.204. ia menjelaskan dari sekian jumlah peminat model Huntap itu yang sudah selesai itu berada di kabupaten Lombok Barat baru 1 unit Huntap model RISHA dimana hasil verifikasi data rumah Rusak Berat (RB) per 21 Oktober kemarin sebanyak 13.942. sementara rincian kebutan model RISHA 315, model RIKA 28 dan RIKO sebanyak 314 atau total 657. Adapun yang masih proses pembangunan RISHA 73 lainnya masih nol. Semntara rumah yang belum terbangun mencapai 342 terdiri dari RISHA 314 dan RIKO 28 unit.
“Itu data kategori rusak berat,” kata Rum di Mataram kemarin.
Sementara untuk Lombok Tengah jumlah hasil verifikasi RB berdasarkan SK Bupati setempat sebanyak 2.884. Adapun rumah minta warga terdampak dimana model Risha 415, Rika 10 dan Riko 207 atau total 632. Dari data itu belum satu unit pun selesai dibangun namun sesuai data yang sedang proses pembangunan Risha 29 artinya rumah yang belum terbangun model Risha 415, Riko 10 atau total 425. Selanjutnya daerah Mataram yang mana hasil verifikasi data berjumlah 2.396 adapun peminat Risha mencapai 426 KK, Rika Nol dan Riko 318 atau total keseluruhan minat korban terdampak sementara berjumlah 744. Dari data tersebut rumah yang sedang proses pembangunan model Risha 30 unit dan Riko 2 unit dan rumah yang belum terbangun Risha 426.
Untuk Lombok Utara hasil verifikasi RB mencapai 44.014 namun yang minat Risha hanya 266 KK, Rika 364 dan Riko 16 atau keseluruhan berjumlah 646. Anehnya daerah yang paling terparah akibat gempa Lombok itu belum ada satu unit rumah Hunian Tetap pun yang selesai dikerjakan yang dalam proses pengerjaan Risha 17 unit aja. Berdasarkan data rumah Huntap yang belum terbangun 266 model Risha dan 364 model Riko. Berikutnya data di Lombok Timur hasil verifikasi sampai tanggal yang sama yaitu 21 Oktober lalu sebanyak 6.656 sementara yang minta model Huntap Risha 1.160 Rika 933 dan Riko 240 atau data warga terdampak yang telah menyatakan minta Huntapnya mencapai 2.333. dari ribuan peminat sesuai model Huntap itu rumah yang sedang proses pembangunan Risha 94 artinya rumah yang belum terbangun untuk Risha masih 1.160 unit dan Riko 240 atau sebanyak 1.400 rumah yang belum terbangun.
Terakhir untuk data di Pulau Sumbawa dimana di kabupaten Sumbawa data RB 2.169 yang sudah menyatakan minat rumah Huntapnya 1.334 KK dengan rincian 468 model Risha, 478 model Rika dan 338 model Riko. Rumah Huntap yang sudah selesai dibangun pun masih nol sementara yang sedang proses pembangunan model Risha 27, Rika 10 dan Riko 4 unit atau hanya 31 Huntap yang sedang dalam proses adapaun yang belum terbangun mencapai 852 terdiri dari 468 model Risha dan 384 model Riko terakhir di Sumbawa Barat dengan data RB mencapai 1.240 yang telah menentukan minat model Huntap 797 terdiri dari 46 model Risha, 30 model Rika dan Riko 721. Sama dengan kabupaten lainnya di NTB tidak ada satupun Huntap selesai dibangun namun yang sedang berproses 13 model Risha, 13 model Rika dan 128 model Riko sementara rumah yang belum terbangun 639 terdiri dari 46 Risha dan 593 Riko.
Dengan data tersebut Rum menyarankan agar dikonfirmasi Dinas Perumahan dan Permukiman alasan keterlambatan penyelesaiannya.
“Biar satu jawaban tanya Kadis Perkim,” kata dia
Sementara itu, Kadis Perkim NTB yang coba dikonfirmasi koran ini belum bisa memberikan tanggapan. Nomor yang dituju dialihkan. (cr-jho/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here