Beranda Headline ACT Bangun Kampung Orang Baik

ACT Bangun Kampung Orang Baik

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA SHELTER HUNIAN : Shelter model knock down yang sudah mulai di bangun di Dusun Teluk Kombal, Desa Pemenang Barat Kecamatan Pemenang.

KLU – Ratusan rumah warga yang berada di Dusun Teluk Kombal, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang Lombok Utara, runtuh rata dengan tanah. Ratusan kepala keluarga (KK) hingga saat ini, masih berada di tenda pengungsian.
Aksi cepat tanggap (ACT) bergerak cepat dengan membangunkan shelter hunian untuk 145 warga. Hunian yang didanai langsung dari kerja sama antara ACT dan Kitabisa.com ini, akan menjadi salah satu kampung binaan ACT.

Branch Manager ACT NTB, Lalu Muhammad Alfian mengatakan, pemberian nama kampung orang baik ini, karena pemberi donasi dan yang akan diberikan donasi insya allah menjadi orang baik.
“Pada intinya ini adalah doa. Karena ini juga kesepakatan antara ACT dan Kitabisa.com sebagai penggalang dana,” katanya, Sabtu (27/10) .
Ketika kitabisa.com melakukan penggalangan dana, mereka berinspirasi bahwa selama ini, kitabisa.com selalu didatangi oleh orang-orang yang selalu memberikan inspirasi. Sehingga, saat akan diimplementasikan oleh ACT dalam bentuk hunian, disepakatilah nama kampung orang baik.
Alfian menambahkan, kampung ini tak hanya akan menjadi sekedar nama. Namun juga akan dibina menjadi benar-benar seperti namanya. Dimana masyarakat secara sosial akan baik, secara ekonomi pun baik.
“Tak hanya sekedar hunian saja yang akan dibangun, namun juga bagaimana sistem kehidupan mereka yang sempat lumpuh. Terutama di bidang ekonomi mereka,” paparnya.
Saat ini, sudah berdiri 38 unit rumah dari 145 yang sudah ditargetkan. Sehingga dapat dipastikan, dalam waktu dekat warga yang masih menempati tenda, dapat dengan segera menempati hunian yang berbentuk knockdown ini.
Sementara itu, koordinator pembangunan shelter model knockdown, Bandan Purwanto menjelaskan. Model shelter knockdown yang digunakan di kampung orang baik ini, merupakan salah satu shelter unggulkan ACT. Karena dari kekuatannya, shelter ini cukup kuat.
“Semua rangkanya menggunakan besi. Meski begitu tidak terlalu berat. Sehingga tahan terhadap guncangan gempa,” jelasnya pada Minggu (28/10) kemarin.
Dia menjelaskan, dalam sehari enam pekerja ACT dapat menyelesaikan enam sampai tujuh unit rumah. Sehingga, proses pengerjaan shelter tersebut bisa lebih cepat dari target.
Namun, yang menjadi kendala di lapangan, yakni kondisi pondasi tempat berdirinya shelter. Dimana sebagian besar warga belum melakukan pembersihan, di lokasi tempat akan dibangunkannya shelter.
“Kami memaklumi itu, karena sebagian warga memang bekerja ditempat kerja mereka masing-masing. Namun, sebisa mungkin kami juga mengajak mereka untuk bisa menyegerakan proses pembersihan lokasi pondasi Shelter,” ungkapnya . (act/**/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here