Beranda Lombok Timur Sikap Cawapres KH Ma’ruf Amin Sikapi Pembakaran Bendera Tauhid

Sikap Cawapres KH Ma’ruf Amin Sikapi Pembakaran Bendera Tauhid

BERBAGI
MUHAMAD RIFA’I / RADAR MANDALIKA H Ma’ruf Amin

Di Lotim Tetap Adem Ayem, Serahkan Penanganan Pada Polisi
Viralnya pembakaran bendera warna hitam bertuliskan kalimat tauhid, ditanggapi santai Cawapres KH Ma’ruf Amin. Ia memilih masalah itu, diserahkan penuh pada lepolisian.
MUHAMAD RIFA’I – LOTIM
BEBERAPA hari terakhir, bangsa Indonesia diributkan dengan aksi salah satu personel organisasi besar islam di negeri ini, melakukan pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid. Kejadian pembakaran yang terjadi di Garut itu viral di Media Sosial (Medsos). Apalagi, saat kejadian bertepatan dengan Hari Santri Nasional (HSN).
Sontak menyebarnya video pembakaran bendera tersebut, memantik amarah kalangan umat islam di nusantara ini. Kecaman datang dari berbagai kalangan dan tingkatan atas isi video pembakaran itu. Polisi pun bergerak cepat, mengamankan oknum yang melakukan aksi pembakaran tersebut.
Bahkan kemarin, puluhan umat Islam dari berbagai organisasi asal Lotim, bergerak ke Mataram untuk melakukan aksi unjukrasa mengatasnamakan aksi bela tauhid. Salah satunya yang berangkat untuk bergabung dalam aksi di Mataram ini, dari Front Pembela Islam (FPI). Ada juga jamaah dari Majelis Mujahidin Indonesia (MMI). Semua bergabung menjadi satu di Mataram.
Di Lotim sendiri sejak viralnya aksi pembakaran bendera itu, syukurnya tetap adem ayem, tidak ada masyarakat turun jalan. Pembakaran bendara itu, hanya sekadar menjadi isu diskusi di medsos seperti WhatsApp Grup (WAG).
Kemarin, Calon Wakil Presiden (Cawapres) KH Ma’ruf Amin melakukan silaturahmi ke Yayasan Pondok Pesantren Darunnahdlatain (YPH PPD) NW Pancor. Selain itu bersilaturahmi ke Pondok Pesantren (Ponpes) Syaikh Zainuddn NW Anjani. Saat bersilaturahmi itu, KH Ma’ruf yang mengaku berumur setengah baya ini, memberikan semangat pada santri, untuk terus menuntut ilmu dan tidak minder sebagai santri.
Sebelum meningalkan ribuan santri untuk melakukan salat jumat di Masjid At Taqwa Pancor, awak media menanyakan sikap Ma’ruf terhadap insiden pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid itu. Menurutnya, soal pembakaran itu sebaiknya diserahkan pada polisi. “Serahkan pada polisi, nanti polisi yang memberikan penjelasan. Sebenarnya yang terjadi itu apa. Kita tunggu saja,”k ata KH Ma’ruf Amin dan bergegas naik mobil. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here