Beranda Headline Polemik PHRI NTB Tembus ke Pusat

Polemik PHRI NTB Tembus ke Pusat

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA DOKUMEN: Ketua PHRI NTB, L Hadi Faisal saat menerima bendera PHRI usai Musda, beberapa waktu lalu.

MATARAM – Polemik di tubuh Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesa (PHRI) NTB sudah tembus sampai petinggi PHRI pusat. Dimana, sebelumnya dewan pembian PHR NTB telah melayangkan surat ke pusat perihal posisi Ketua PHRI NTB, L Hadi Faisal.
Ketua Dewan Pembina PHRI NTB, I Gusti Lanang Patra mengatakan, besok (Hari Ini,Red) pihaknya akan melakukan rapat internal untuk menyerap masukan anggota PHRI NTB. Hasil rapat itu, nantinya akan dibawa ke Pusat. Sebab, kendati sebelumya pusat telah mengetahui kondisi PHRI NTB, via surat yang dilayangkan, Gusti tidak bisa ujuk-ujuk mengambil keputusan.
“Itu balasan surat dari pusat. Dia tidak bisa ujuk-ujuk ambil keputusan katanya,” ungkap Gusti yang dihubungi di Mataram, kemarin.
Gusti mengaku, yang dipersoalkan oleh anggota PHRI status Hadi Faisal yang tidak lagi bagian dari perwakilan D’praya hotel karena D’praya sendiri telah beralih kepemilikan. Secara organisasi sesuai amanat AD/ART, ini telah melakukan pelanggaran. Maka jelas ketua harus diganti.
Katanya, gugurnya Hadi sebagai bagain dari PHRI kata dia juga otomatis gugur sebagai kepengurusan di PHRI, apalagi menjadi ketua di daerah. Di dalam organisasi ada mekanisme prosudur yang harus diikuti dimana untuk posisi pengurus PHRI NTB, sebelumnya telah di SK kan oleh BPP maka BPP pula yang akan bersikap apakah akan mencabut SK itu atau memberikan solusi.
“Kita rapat dulu, hasilnya kita serahkan ke BPP,” bebernya.
“Dalam aturan organisasi ketika sesorang itu sudah tidak lagi jadi anggota, maka tidak berhak menjadi pengurus,” ujarnya.
Untuk itu, terkait kondisi PHRI hari ini akan mengadakan pertemuan untuk mendengar masukan dari anggota dan solusi apa yang akan disampaikan. Rapat itu juga kata dia, akan mendengarkan langsung sikap dari Hadi sendiri dengan statusnya yang sudah tidak lagi menjadi bagian dari D’praya.
“Makanya di rapat ini, Pak Hadi juga akan hadir. Kita akan minta pendapatnya seperti apa,” ujarnya.
Status kepengurusan PHRI juga pernah terjadi di Surabaya dimana saat itu GM salah satu hotel di Surabaya menjadi ketua PHRI Jawa Timur, namun karena pindah menjadi GM di Jakarta maka dia langsung di PAW.
“Kemungkinan pusat juga akan ke Lombok untuk nyikapi masalah ini,” tutupnya. (cr-jho/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here