Beranda Lombok Barat Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ala SMPN 4 Gerung

Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ala SMPN 4 Gerung

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA LOMBA: Siswa SMPN 4 Gerung saat mengikuti lomba literasi memperingati Sumpah Pemuda, kemarin.

Gelar Berbagai Lomba, Perkuat Pendidikan Karakter
Hari Sumpah Pemuda diperingati setiap tanggal 28 Oktober. Peringatan pun digelar SMPN 4 Gerung dengan berbagai kegiatan.
WINDY DHARMA-LOBAR
SELURUH Bangsa Indonesia sangat mengenal tanggal 28 Oktober sebagai hari Sumpah Pemuda. Seiring perkembangan teknologi, banyak pelajar masa kini yang tidak terlalu mengetahui makna sumpah pemuda. Tidak ingin melihat generasi bangsa yang buta dengan sejarah, SMPN 4 Gerung Lombok Barat menggelar berbagai kegiatan memperingati Sumpah Pemuda.
Acara diisi beraneka lomba yang bertujuan membangkitkan dan menguatkan karakter nasionalisme. Digelar sejak kemarin (26/10) hingga Senin (29/10). Lomba itu seperti puisi, literasi dan fashion pakaian adat nusantara dihelat lembaga pendidikan yang pernah menjadi sekolah rujukan ini. Kemarin, digelar lomba literasi berupa pembuatan cerita non fiksi dengan tema perjuangan Sumpah Pemuda diikuti puluhan siswa. “Kita ingin membentuk karakter nasionalisme pada siswa, supaya mengingat jasa dan perjuangan para pahlawan untuk memperjuangkan kemerdekaan. Dan bagaimana mereka termotivasi untuk mengisi kemerdekaan,” kata Kepala SMPN 4 Gerung Rohana.
Untuk lomba puisi, materi ditentukan peserta. Tentunya disesuai dengan tema perjuangan Sumpah Pemuda. Puncak dari kegiatan ini akan berlangsung Senin mendatang. Akan digelar lomba fashion adat nusantara mulai dari Sabang sampai Merauke. Seluruh keluarga SMPN 4 Gerung akan ikut apel memperagakan pakaian adat.
“Terakhir kita lakukan penilaian akhir kebersihan dan tata kelola kelas,” sambungnya.
Khusus untuk lomba kebersihan, pihak sekolah melakukan penilaian sejak sebulan terakhir. Setiap hari dilakukan penilaian terhadap semua kelas. Mulai dari cara penataan dan merias kelas. Serta keterlibatan orang tua siswa terhadap sekolah. Lomba ini setiap tahun dilaksanakan agar anak-anak memiliki tanggung jawab kebersihan. “Tanggung jawab kebersihan ini bukan tanggung jawab siswa yang piket, namun semua siswa,” ucapnya.
Melalui lomba ini menumbuhkan perilaku siswa hidup bersih secara bertahap. Dengan kondisi sekolah dan kelas yang bersih, indah, nyaman dan rapi, bisa mempengaruhi daya pikir anak untuk belajar dan berekspresi.
Ia berharap melalui lomba-lomba yang digelar dalam memperingati hari Sumpah Pemuda memperkuat pendidikan karakter bagi anak. Terlebih lagi cukup banyak siswa yang tak hafal ikrar Sumpah Pemuda. “Kami juga memberikan pertanyaan kepada anak-anak kaitan dengan Sumpah Pemuda, kemudian diberikan reward langsung kepada anak yang bisa menjawab pertanyaan. Itu reward dari saya pribadi,” pungkasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here