Beranda Headline Pembangunan RISHA Terkendala Penyediaan Panel

Pembangunan RISHA Terkendala Penyediaan Panel

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA RISHA: Para aplikator pembuatan panel RISHA yang berada di Dusun Wadon, Desa Kekait, Kecamatan Gunung Sari.

LOBAR —Proses pembangunan Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) masih terkendala ketersediaan panel. Sebab, aplikator yang membuat panel yang berada di Lombok Barat (Lobar) hanya satu. Berada di Desa Kekait, Kecamatan Gunung Sari. Aplikator itu tidak bisa memenuhi permintaan pembangunan RISHA dari sejumlah kelompok masyarakat (Pokmas). “Butuh proses lama kalau hanya menggunakan satu aplikator. Mungkin ada di tempat lain lagi, di luar yang ada di Wadon,” kata Camat Gunung Sari, H Rusni, kemarin.
Informasi yang diperolehnya dalam sekali produksi, aplikator hanya bisa membuat panel untuk 1,5 unit RISHA. Pihaknya berharap jumlah aplikator RISHA bisa ditambah. Mengingat sudah mulai banyak Pokmas yang dibentuk. “Karena kalau menunggu itu saja lama,” ujarnya.
Jumlah Pokmas yang sudah terbentuk di Gunungsari sebanyak 17. Dari 254 Kepala Keluarga (KK) yang telah memiliki rekening dari 12 desa. Antara lain Desa Jati Sela, Sesela, Midang, Gunung Sari, Taman Sari, Kekait, Ranjok, Gelangsar, Jeringo, Penimbung, Bukit Tinggi dan Mekar Sari. “Guntur Macan, Dopang, Kekeri, dan Mambalan, belum dapat untuk tahap kedua ini,” ujarnya.
Pihaknya masih menunggu finalnya pembentukan Pokmas hingga kemarin. Termasuk bentuk rumah yang akan dibangun, apakah RISHA maupun Rumah Konvensional (RIKO). “Kita finalkan beserta nama Pokmas dan jenis rumah mana yang dipilih. RISHA atau RIKO,” sambungnya.
Kurangnya aplikator pembuat panel RISHA dibenarkan Kepala BPBD Lobar, HM Najib. Kondisi itu sudah disampaikan kepada kementerian. Apalagi sejumlah pondasi RISHA sudah terbangun, namun belum memiliki panel. “Harapan kita kepada kementerian, aplikator bisa ditambah,” ujarnya.
Kabar yang diterima Najib, akan ada penambahan satu lagi aplikator pembuat panel. Namun masih dalam proses untuk lokasi lahan yang akan dipergunakan. Pemerintah juga tidak terlalu terpaku kepada pembangunan RISHA. Pembangunan rumah tipe lain seperti Riko dan Rumah Kayu (RIKA) menjadi alternatifnya. “Sudah ada yang memilih RIKO. Informasi dari Disperkim, ada tiga kelompok yang memilih RIKO,” pungkasnya.
Data Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Lobar, sudah ada 1.000 KK tergabung di Pokmas. Di Lingsar saja terdapat 418 KK, belum ditambah kecamatan lain.
Kepala Disperkim Lobar, HL Winengan mengatakan, pembentukan Pokmas dipercepat untuk mengejar bantuan stimulant. Dana yang sudah ditransfer sebesar Rp 124 miliar kepada 6 ribu lebih KK korban gempa. Pihaknya juga mempercepat pembentukan Pokmas bagi korban gempa yang belum memperoleh transfer bantuan dana.
“Semua kita bentukkan Pokmas, baik yang sudah terima transfer dana maupun belum,” ujarnya. (win/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here