Beranda Praya Metro Pasca Pilkades, Protes Bermunculan

Pasca Pilkades, Protes Bermunculan

BERBAGI
JAYADI/RADAR MANDALIKA IKUT DEMO: Sejumlah warga saat demo di depan kantor DPMD Loteng, kemarin.

PRAYA —Pasca pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak 96 desa di Loteng, kini protes bermunculan. Sejumlah tim pendukung Cakades dari sejumlah desa pun melakukan protes kepada pemerintah kabupaten. Sasarannya di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), kemarin.
Adapun yang dipersoalkan warga, dimana surat suara banyak batal gara-gara saat dicoblos ditemukan dobel lubang. Ada yang di kotak foto Cakades ada juga di luar kotak Cakades. Namun tetap diputuskan ini batal. Ada juga warga mendesak agar pleno cepat dilakukan. bahkan ada juga desakan dilakukan penghitungan ulang di beberapa desa.
Perwakilan desa yang melakukan protes ini, warga Desa Kateng, Janapria, Bakan, Semoyang, Saba dan masih banyak lagi desa lainnya. Koordinator aksi warga Kateng, Lalu Zaenudin Nasir menyebutkan, Pilkades sudah dicederai oleh beberapa oknum yang belum bisa menerima kekalahan calonya. Sehingga menggagalkan pelaksanaan pilkades dengan merobek surat suara yang sedang dihitung oleh pantia, pihaknya sekarang mendesak DPMD untuk segera memerintahkan panitia pilkades untuk melakukan rapat pleno penetapan hasil pilkades.
“Kami juga meminta pengamanan kepada aparat saat berlangsungnya rapat pleno. Selain itu, kami mendesak agar menindak tegas oknum yang telah mencoreng atau coba menggagalkan sistem demokrasi yang sedang jalan,” pintanya.
Dia menegaskan, pihaknya datang bukan untuk anarkis, pihaknya hanya ingin mendorong agar pihak DPMD bertindak untuk meminta rapat pleno penetapan hasil pilkades di Desa Kateng.
“Sudah jelas siapa yang menang. Tinggal dilaksanakan rapat pleno saja,” katanya.
Salah satu Cakades Saba H Mursidin mendesak DPMD Loteng agar mengesahkan surat suara yang dibatalkan. Sebab, keputusan membatalkan surat suara dengan ditemukan dua lubang hasil coblos dan ini merugikan banyak pihak. Sehingga pihaknya meminta agar masyarakat bisa menerima aturan ini.
“Banyak surat suara yang yang tidak sah. Dan ini hampir terjadi di seluruh desa. Makanya alangkah baiknya disahkan saja,” katanya.
Jika pemerintah tetap saja tidak mengesahkan, pasangan calon yang sebelumnya menang sekarang menjadi kalah. Sebab, kebanyakan surat suaranya yang dicoblos oleh masyarakat tebus, makanya dibatalkan oleh panitia. Selain itu, pihaknya protes karena sebelumnya dinas juga tidak pernah melakukan Bimtek atau sosialiasi terkait hal itu.
“Masyarakat saat nyoblos tidak membuka secara keseluruhan surat suara. Sehingga saat dicoblos tembus,” ungkapnya.
Terpisah, Kepala DPMD Loteng, Jalaludin menyampaikan, pihaknya akan tampung segela keluhan masyarakat. Namun, pihaknya juga menyarangkan agar masyarakat yang merasa dirugikan untuk membuat surat aduan kemudian menyampaikanya ke dinas. Nanti aduan itu akan dibahas oleh tim sengketa. Tapi jika merujuk dalam aturan, bila surat suara yang dicoblos hingga berlubang dua di surat suara tetap harus dibatalkan.
“Kalau aturannya tetap batal,” tegas Jalal di depan wartawan. (jay/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here