Beranda Headline Panitia Didesak Hitung Ulang

Panitia Didesak Hitung Ulang

BERBAGI
TARNADI/RADAR MANDALIKA AKSI: Ratusan pendukung Cakades Lajut nomor urut 2 dan 3 hendak memaksa masuk ke ruangan Sekretariat Panitia Pilkades, kemarin.

Di Lajut, 850 Surat Suara Tidak Sah

PRATENG—Ratusan massa pendukung dua Cakades Lajut mendatangi Sekretariat Panitia Pilkades, kemarin. Kedatangan mereka untuk mempertanyakan hasil perhitungan suara Rabu (24/10) lalu. Sebab saat perhitungan suara berlangsung, terdapat 850 surat suara dinyatakan tidak sah. Kemudian atas kesepakatan bersama, Kamis (25/10) sebelum dilakukan pleno, menyepakati bahwa surat suara yang batal tersebut akan ditindaklanjuti oleh panitia Pilkades setelah berkonsultasi dengan DPMD. Hanya saja, setelah berkonsultasi dengan DPMD, panitia justru tidak menyampaikan hasil keputusan itu dan tetap melaksanakan pleno. Karena tidak ada penjelasan dari panitia, dua timses bersama Cakades, Ketua BPD dan Kapolsek pun mendatangi Kantor DPMD Loteng. Namun DPMD justru tidak menerima permintaan mereka untuk menghitung ulang karena alasan terganjal aturan. Setelah ditolak, mereka akhirnya kembali dan tetap meminta agar panitia menghitung ulang surat suara tersebut. Setelah didesak, panitia akhirnya mau menghitung ulang dengan syarat semua Cakades mau menandatangani berita acara perhitungan ulang.
Timses Cakades nomor urut 3, H Jalaludin menerangkan, pencoblosan dobel tetap disahkan, asalkan tidak mengenai foto calon lain. Sehingga tidak alasan bagi panitia tidak mengesahkan surat suara tersebut.
“Itu yang kita tuntut. Yang penting tidak langsung mengenai dua calon kan tetap sah,” tegas pria asal Dusun Ngolak tersebut.
Hal senada dilontarkan Timses Cakades nomor urut 2, Husni Tamrin. Menurut dia, banyak alasan kenapa para Timses dan Cakades nomor urut 2 dan 3 mendesak agar surat suara yang dinyatakan tidak sah itu dihitung ulang. Salah satunya petugas KPPS tidak pernah melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang surat suara yang dikategorikan batal atau tidak sah.
“Kita bukannya tidak menerima kekalahan, tapi paling tidak jangan ada dusta di antara kita. Yang penting dihitung ulang. Kalau pun tetap kalah, kami pasti akan legowo,” janjinya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pilkades Lajut, Irpan Anwar yang dikonfirmasi membenarkan kesepakatan untuk menghitung ulang surat suara yang tidak sah itu urung dilakukan. Ini dikarenakan Cakades nomor urut 1 enggan menandatangani surat kesepakatan tersebut. Alasannya melangar Perbup tentang kategori surat suara yang dinyatakan sah atau tidak.
“Kita tidak berani mengambil risiko yang akan menjadi boomerang bagi panitia juga. Kecuali semua Cakades sudah tandatangan, ya mari kita itung ulang,” tegasnya.
Pantauan Radar Mandalika, hingga Jumat siang massa masih tetap berusaha mendesak agar panitia tetap melakukan penghitungan ulang. Bahkan beberapa kali mereka ingin menerobos ke dalam kantor desa dan hampir terjadi bentrok dengan aparat kepolisian. (tar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here