Beranda Headline Verifikasi dan Validasi Kerusakan Belum Final

Verifikasi dan Validasi Kerusakan Belum Final

BERBAGI
IST / RADAR MANDALIKA RAMPUNG: Sejumlah rumah korban gempa yang dikerjakan aplikator Risha, sudah rampung di wilayah Kecamatan Sambelia.

LOTIM – Hasil verifikasi dan validasi kerusakan bangunan akibat gempa bumi di Lombok Timur (Lotim), hingga kini belum final. Verifikasi dan validasi belum tuntas, lantaran masih terjadi polemik di tengah masyarakat. Muncul perbedaan persepsi, tentang tingkat kerusakan rumah mereka. Karena itu, verifikasi dan validasi data kerusakan, masih terus dilakukan pemerintah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Sampai benar-benar menemukan data ril di lapangan.
“Keinginan kami sebagai pemerintah, supaya jangan ada masyarakat merasa dirugikan,” kata HM Sukiman Azmy, Bupati Lotim usai Deklarasi Pemilu Damai Di Mapolres Lotim, kemarin
Ia menegaskan, verifikasi dan validasi tidak boleh diputuskan sampai batas waktu tertentu. Validasi akan tetap berlanjut, sampai menemukan kondisi Rusak Berat (RB), Rusak Sedang (RS), dan Rusak Ringan (RR), benar-benar adanya seperti itu di lapangan. Sebab, masih ada ditemukan yang kondisinya berbeda di lapangan. “Verifikasi ulang sampai benar-benar mendapatkan data valid,” tegasnya.
Memang ujar Bupati yang juga mantan Dandim 1615 ini, pemerintah pusat membatasi waktu verifikasi dan validasi jumlah kerusakan. Akan tetapi, atas nama pemerintah pihaknya meminta perpanjangan waktu. Itu karena kondisi yang pemerintah temukan di lapangan, yang tidak memungkinkan untuk segera dilakukan finalisasi data. “Saya pikir, pemerintah pusat bisa mempertimbangkan kondisi ini,” ujar Sukiman.
Hingga saat ini ungkap orang nomor satu di Lotim itu, terdapat 225 Kelompok Masyarakat (Pokmas) yang sudah terbentuk. Bahkan setiap harinya selalu ada Pokmas yang dibentuk masyarakat. Sementara dari jumlah Rp 300,201 miliar uang bantuan stimulant yang sudah masuk ke rekening BRI, sebanyak Rp 56 miliar lebih yang sudah dicairkan ke rekening Pokmas.
Tinggal sejauh mana kecepatan masyarakat membentuk Pokmas, dengan memasukkan rekening pribadi yang sudah dibuatkan pemerintah ke Pokmas. Sehingga, dana segera cair dan bisa segera membangun rumah.
“Kita lihat dari hasil verifikasi dan validasi sementara, dana yang kita butuhkan sekitar Rp 500 miliar lebih,” sebut suami Hj Hartatik Sukiman Azmy ini.
Terpisah, Ahmad Subhan, Kepala Bagian (Kabag) Humas Setda Lotim menambahkan, hasil verifikasi dan validasi terakhir, jumlah rumah rusak dari 20 Kecamatan, sebanyak 25.378 unit terdiri dari RB 7.711 unit, RS 3.205 unit, dan RR sebanyak 14.466 unit. Jumlah itu, masih termasuk hasil verifikasi beberapa Fasilitas Umum (Fasum) dan Fasilitas Sosial (Fasos), yang akan dipisahkan tim PUPR, dari jumlah kerusakan rumah. “Jumlah kerusakan Fasum dan Fasos sendiri, data sementara sebanyak 308 unit,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, jumlah Pokmas yang sudah menandatangani Memorandum of Undeerstanding (MoU) dengan aplikator Rumah Instan Sehat Sederhana (Risha), sebanyak 98 Pokmas terdiri dari 1.177 KK. Sementara yang sudah pencairan tahap satu ke pihak aplikator Risha, sebanyak 25 Pokmas atau 341 KK sebesar Rp 8,525 miliar. “Ada 94 unit rumah yang sedang dan sudah dikerjakan aplikator Risha. Dari 94 unit itu, untuk 6 Pokmas,” pungkasnya (fa’i/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here