Beranda Headline Oknum Guru SD Keroyok Pelajar SMA

Oknum Guru SD Keroyok Pelajar SMA

BERBAGI
MUHAMAD RIFA’I / RADAR MANDALIKA KEROYOK: MH korban pengeroyokan oknum guru SD dan dibantu dua keluarganya, saat menjalani pemeriksaan di Mapolsek Sakra Barat, kemarin.

LOTIM – Diduga berdalih pesan singkat (SMS), oknum guru inisial MS asal Dusun Gerisak Pendem Desa Bungtiang Kecamatan Sakra Barat Lombok Timur (Lotim), mengeroyok MH 15 tahun asal Dusun Gerisak Pendem Desa Bungtiang.

Parahnya lagi, MS yang merupakan guru SD berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) menganiaya korban sampai babak belur di depan rumahnya sendiri. Aksi koboi itu dilakukan tidak sendiri, tetapi bersama dua orang yang diduga memiliki hubungan keluarga. Kejadiannya, sekitar pukul 22.00 Wita, Rabu (24/10) lalu.
Penuturan seorang saksi, Suden, kejadian memilukan itu berawal sekitar pukul 22.00 Wita. Oknum guru tersebut bersama dua keluarganya, datang ke rumah korban untuk mencari keberadaan korban. Kedatangan oknum dengan nada emosi, menanyakan maksud pesan singkat (SMS) yang dikirim korban pada oknum guru tersebut.
Saat masuk lingkungan rumah korban, Sudden menirukan kata-kata oknum guru tersebut dengan nada kesal. Setelah oknum menunjukkan isi SMS itu, pelaku malah minta izin untuk memukul korban. Sebagai seorang ayah, Sudden meminta agar masalah diselesaikan dengan baik, menanyakan apa motif dari SMS itu. Apakah benar SMS itu dikirim korban atau tidak. Tapi oknum guru yang diketahui berdinas di Kecamatan Jerowaru ini, menolak diselesaikan secara baik-baik.
“Kalau memang benar SMS itu milik anak saya, nanti kita sama-sama nasehati. Tetapi kita tanyakan dulu, benar tidak itu SMS dikirim sama dia,” kata Sudden mengulang isi pembicaraannya dengan oknum terduga pelaku.
Tidak menemukan korban di rumahnya, oknum terduga pelaku keluar. Namun selang beberapa menit kemudian, korban pulang dalam kondisi luka parah diduga akibat perbuatan pengeroyokan oknum guru itu. Korban yang masih duduk di bangku kelas 1 SMKN 1 Sakra ini, mengalami luka di bagian kepala depan dan belakang karena diinjak. Dada bagian kanan mengalami sakit, serta bagian kaki kanan memgalami luka, akibat didorong hingga terjatuh ke sawah.
“Saya tidak tahu, kenapa sampai melakukan tindakan melampaui batas pada anak saya. Kami keluarga, sudah sepakat membawa kasus ini ke ranah hukum dan sudah kami laporkan,” tegasnya.
Sementara itu korban berinisial MH saat dikonfirmasi wartawan di Polsek Sakra Barat, mengaku tahu menahu apa sebab sehingga dirinya menjadi sasaran penganiayaan ketiga oknum pelaku. Pada saat kejadian, ia mengaku tidak membawa handphone. Serta tidak pernah saling SMS dengan oknum pelaku. “Saya tidak tau, tiba-tiba saya dikeroyok tiga orang. Saya bilang tidak pernah kirim SMS pada mereka, tapi mereka tetap memukul saya dengan membabi buta, sampai saya berdarah,” kata korban.
Sementara itu, Kapolsek Sakra Barat melalui Kanit Reskrim, Bripka Wahyu Timor, membenarkan adanya pemukulan yang dilakukan oknum guru PNS diduga dibantu dua keluarganya, terhadap anak di bawah umur. “Laporan sudah kami terima, dan sedang memeriksa sejumlah saksi yang melihat kejadian di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Tapi karena korban masih bawah umur, akan kita lihat apakah kasus ini kita limpahkan ke unit PPA Polres atau tidak, tergantung arahan pimpinan,” pungkasnya. (fa’i/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here