Beranda Headline Mataram Smart City Bertahap Diwujudkan

Mataram Smart City Bertahap Diwujudkan

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA TANDA TANGAN: Wakil Wali Kota Mataram, H Mohan Roliskana menandatanganan komitmen Gerakan Menuju 100 Smart City bersama pembina dan jajaran pemerintahan Kota Mataram, kemarin.

MATARAM –Pemkot Mataram berkomitmen mewujudkan Mataram sebagai smart city. Pembina Smart City, Robertus Theodore juga memberikan apresiasi pada tim dan dewan Smart City Kota Mataram atas komitmen yang telah ditunjukkan untuk terus melanjutkan program Menuju 100 Smart City. Meskipun setelah bimtek pertama yang digelar pada bulan Juli 2018 lalu, Kota Mataram sempat mengalami musibah gempa bumi.
Secara umum di seluruh Indonesia dikatakan Theodore, mengalami kondisi yang sama terkait data yang belum terkoneksi secara digital. Sehingga data yang ada seringkali terjadi tumpang tindih. Hal tersebut yang pelan-pelan harus dibenahi, sehingga menjadi satu data Indonesia dengan perbaikan tata kelola. Salah satunya melalui program Smart City yang memberikan bimbingan kepada daerah dalam merespon dunia digital. “Suka tidak suka, bisa tidak bisa, jaman terus bergerak. Tapi kita harus tetap optimistis karena perbaikan sedang dimulai dan terus-menerus sedang dijalankan,” ujarnya.
Setelah bimbingan teknis yang dilakukan keempat kalinya ini, pihaknya memberi masukan bagi seluruh OPD yang ada di Kota Mataram untuk berperan. Serta menyetorkan roadmap kerja masing-masing yang akan disusun sebagai masterplan. “Nantinya masterplan tersebut yang akan dijadikan acuan perencanaan pembangunan di tahun-tahun berikutnya,” ujar Theodore yang juga Tenaga Ahli Kedeputian I Bidang Pengendalian Pembangunan Program Priorotas Kantor Staf Presiden RI.
Semua masterplan dari 100 kota peserta program Smart City akan dijadikan regulasi sehingga program dapat dieksekusi. Diakui Theodore, OPD memang tampak masih ragu-ragu untuk menyetorkan roadmap kerjanya. Karena diperlukan perencanaan di luar dari kebiasaan untuk membuat program kerja inovatif, yang mendukung konsep Smart City. Karena itu pihaknya terus mendorong OPD untuk keluar dari zona nyaman dan mulai membuat program-program kerja yang inovatif.
Setelah mekanisme kerja terbentuk, dirinya optimis Kota Mataram dapat menjadi acuan Smart City di wilayah timur Indonesia. “Kita harus berani bermimpi,” tegasnya.
Sementara Wakil Wali Kota Mataram, H Mohan Roliskana setuju tentang pentingnya untuk berani bermimpi dengan merujuk pada kota-kota besar di dunia. Secara bertahap Kota Mataram sedang menuju ke arah itu, sebagai kota cerdas yang memiliki daya saing.
Melalui program Smart City lanjut Mohan, Kota Mataram berkesempatan untuk dapat selangkah lebih maju. Tidak sebatas konsep, karena diperlukan langkah yang terarah dan konsisten, yang dilakukan setahap demi setahap untuk menuju kota cerdas. Sejak menandatangani MoU pertama kali pada tahun 2017, Pemerintah Kota Mataram telah menyadari pentingnya memiliki masterplan yang dapat dijadikan sebagai navigasi bagi arah pembangunan di Kota Mataram. “Tentu memang pekerjaan besar, tapi kita harus memastikan gerakan ini bisa terlaksana, Menuju 100 Smart City 2019-2024,” kata
Mohan saat menutup kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Gerakan Menuju 100 Smart City di Ruang Kenari Kantor Wali Kota Mataram, kemarin (25/10).
Bimtek yang telah digelar selama dua hari tersebut diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) melalui Dinas Kominfo Kota Mataram.
Ini merupakan bimtek tahap keempat yang diikuti segenap jajaran pimpinan dan perwakilan OPD lingkup Pemerintah Kota Mataram sebagai Tim Smart City dan Dewan Smart City Kota Mataram, serta dihadiri oleh tim pembina Smart City untuk Kota Mataram yang dipimpin oleh Robertus Theodore. Bimtek menghadirkan pula narasumber dari kalangan akademisi, Prof Dr HM Tajuddin MSi, yang ikut serta menandatangani komitmen Gerakan Menuju 100 Smart City bersama pembina dan jajaran pemerintahan Kota Mataram. (rin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here