Beranda Praya Metro IKM Harus Mampu Dukung KEK Mandalika

IKM Harus Mampu Dukung KEK Mandalika

BERBAGI
JAYADI/RADAR MANDALIKA H Saman

PRAYA —Keberadaan industri kecil dan menengah (IKM) di Loteng harus mempu mendukung keberadaan kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika. Untuk itu, sekarang Dinas perindustrian dan perdagangan (Disperindag) melakukan pendataan dan pembinaan kepada semua IKM.
Kepala Disperindag Loteng, H Saman mengatakan, hasil produksi IKM yang ada saat ini sudah lumayan baik, harus siap juga mendukung KEK Mandalika nantinya. Sehingga, pihaknya tetap harus memberikan pembinaan guna memaksimalkan berupa pemberian pelatihan, agar nantinya para pelaku usaha tersebut bisa bersaing dengan para pengusaha luar.
“Untuk IKM yang kita miliki juga semakin hari semakin menunjukan kemajuan yang signifikan,” klaimnya di hadapan media, kemarin.
Dia menyampaikan, sejauh ini untuk data Industri di bidang pangan sebanyak 6.801 unit yang mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 17.086 orang. Sementara, untuk Industri kimia dan Industri bangunan sebanyak 24.999 dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 5.651. Industri kerajinan mencapai 18.6607 dengan tenaga kerja 24.712, Industri logam sebanyak 285 dengan tenaga kerja 594 serta industri lainya sebanyak 476 dengan tenaga kerja sebanyak 763 orang.
“Bayangkan saja saat ini, sudah sekitar 36 ribu industri yang kita miliki dan mampu menyerap tenaga kerja yang begitu besar,” bebernya.
Saman menjelaskan, pihaknya selain fokus dalam melakukan pendataan dan pembinaan, pihaknya juga saat ini sedang mencari peluang pemasaran yang akan dilakukan, terutama dalam memanfaatkan keberadaan hotel- hotel yang ada Loteng.
“Paling tidak para wisatawan juga bisa membeli oleh0oleh khas Lombok,” ujarnya.
Saman mengaku, secara kualitas dan kuantitas, hasil produksi dari IKM yang ada, belum memenuhi persyaratan untuk bisa masuk dalam pasar modern. Untuk itu, dengan pembinaan yang terus menerus mereka lakukan, diharapkan akan bisa memberikan hasil yang maksimal. Sehingga nantinya, hasil produk lokal bisa diminati oleh orang lain, terutama oleh para wisatawan.
“Hasil produk akan terus kita tingkatkan,” ujarnya.
Saman mengukapkan, produk industri kerajinan tenun Desa Sukarara, Kecamatan Jonggat misalnya. Sudah menjadi primadona. Sehingga, dengan sudah dikenalnya salah satu produksi itu, akan dijadikan sebagai salah satu acuan untuk memproduksi hasil- hasil lainya.
“Kalau tetap ada inovasi baru, pastinya itu akan menjadi daya tarik,” yakin Saman. (jay/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here