Beranda Headline Di Balik Penggembangan Wisata Kuliner di Desa Senteluk Lobar

Di Balik Penggembangan Wisata Kuliner di Desa Senteluk Lobar

BERBAGI
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA POTENSI: Sejumlah pengunjung saat menyantap makanan sembari menikmati pemandangan pantai di Desa Senteluk.

Terkendala Akses Jalan dan PJU, Pemdes Berharap Kepedulian Pemda

Desa Kuliner memiliki destinasi wisata baru. Lokasi wisata kuliner yang begitu nyaman. Namun masih butuh penataan agar makin sempurna.
WINDY DHARMA-LOBAR.
KELEZATAN ikan bakar, ditemani pelecing, sambal terong dan aneka jus sungguh memanjakan lidah. Menu-menu tersebut bisa ditemyi di objek wisata kuliner di Desa Senteluk, Kecamatan Batulayar.
Dilengkapi pemandangan pantai, dengan beruga yang nyaman, menambah nilai lebih dari lokasi wisata yang berlokasi di pesisir pantai Dusun Aiq Genit ini. Enam hari pasca dilaunching Sabtu (20/10) lalu, sudah banyak pengunjung yang datang.
Tapi sayang, lokasi wisata ini masih terkendala kurangnya infrastruktur penunjang. Seperti akses jalan masuk yang belum ada serta minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU). “Kita berharap agar Pemda Lobar segera membangunkan akses jalan dan PJU. Karena tidak mungkin hanya desa sendiri yang bisa membangun pariwisata,” kata Kepala Desa Senteluk, Fuad Abdul Rahman yang ditemui dil okasi, kemarin.
Sebagian fasilitas seperti berugak, WC dan tempat makan dibangun dari Dana Desa (DD). Besaran anggaran yang telah dialokasikan adalah Rp 110 juta. Namun tidak akan cukup untuk melengkapi fasilitas lainnya seperti akses jalan.
Akibat belum tersedianya akses jalan, pengunjung yang ingin menuju lokasi harus melalui jalur Desa Meninting. Dirasa perlu adanya jalur alternative. Lokasi yang dibidik sebagai jalur alternative adalah di pertigaan depan kantor Desa Batulayar, sepanjang 325 meter. Sayangnya, lahan itu milik warga sehingga perlu dibebaskan.
“Kalau Pemda berperan maka prosesnya akan lebih cepat dan mudah,” ucapnya.
Upaya membuka akses jalan secara swadaya telah dilakukan. Bermodal nekad. Seperti akses jalan di Dusun Penyangget, atau di sebelah Cafe Citra yang sudah dibuka. Sikap ngotot Pemdes untuk adanya akses jalan sangat beralasan. Sebab, di lahan seluas 45 are itu akan dibuka pasar seni bagi warga. Setelah nantinya sejumlah hotel beroperasi pascabencana.
Rencana itu sudah disampaikan kepada Dinas Pariwisata dan pemerintah kecamatan, Namun belum ada tindak lanjut. Padahal, itu sudah disampaikan sejak tahun lalu. Mengenai PJU, Pemdes setempat secara swadaya memasang sendiri. Menggunakan bambu sebagai tiangnya, sebanyak 15 PJU dipasang dari dana BHP. “Karena itu diharapkan Pemda agar membantu,” imbuhnya.
Lokasi wisata ini rencananya dikelola BUMDes setempat sebagai unit usaha. Kades sangat berharap agar Pemkab menata kawasan perkampungan yang masih kumuh. “Penataan sampan dan sampah yang berserakan juga,” pintanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here