Beranda Lombok Utara 13 Ribu Korban Segera Terima Buku Rekening

13 Ribu Korban Segera Terima Buku Rekening

BERBAGI
Ahmad Rohadi/Radar Mandalika SERAH TERIMA: Pihak BPBD Bersama BRI saat menyerahkan buku rekening kepada salah satu warga korban gempa di Desa Medana.

KLU —Pemerintah Kabupaten Lombok Utara telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Bupati terhadap calon penerima bantuan stimulan pembangunan rumah bagi korban bencana gempa bumi yang sudah diverifikasi. Dijanjikan, dari puluhan ribu yang sudah diverifikasi sebanyak 13.388 bakal segera menerima buku rekening.
“Saat ini ada sekitar 40 ribu yang sudah dicetak buku rekeningnya, dan dalam waktu dekat sebanyak 13.388 dulu akan diberikan buku itu dengan saldo masing-masing senilai Rp 50 juta,” ungkap Kasi Rekonstruksi BPBD Lombok Utara I Wayan Sweden disela-sela acara penyerahan buku rekening kepada warga Desa Medana, kemarin.
Sebelumnya, sebanyak 1.478 yang baru menerima buku rekening namun angka tersebut tentu sangat kecil dari total kerusakan rumah warga akibat bencana gempa bumi lalu. Namun dibeberkannya, tim verifikasi telah menyelesaikan proses verifikasi terhadap rumah warga yang alami rusak berat.
“Saat ini diprioritaskan yang rusak berat saja dulu. Sedangkan di Desa Medana hari ini kami sampaikan buku rekening kepada 263 kepala keluarga yang alami rusak berat terhadap rumahnya,” jelasnya.
Sweden menambahkan, pemerintah telah menggulirkan dana bantuan stimulan secara bertahap. Pada tahap awal telah digulirkan pemerintah sebesar Rp 5 miliar. Dana tersebut diberikan di Kecamatan Pemenang saat kunjungan Presiden lalu. Berikutnya kembali digulirkan dana stimulant sebesar Rp 1,5 miliar dan terakhir sebesar Rp 57 miliar.
“Untuk hari ini ada dua desa yang kita berikan buku rekening yakni di Desa Medana dan Desa Sokong,” ujarnya.
Namun demikian meskipun telah menerima buku rekening diakui Sweden tidak serta menerima langsung dana tunai itu. Dana cair ketika persyaratan telah dipenuhi oleh calon penerima pemerintah baru bisa memberikan dana tersebut namun untuk pencairan awal senilai Rp 25 juta dan sisanya akan diberikan setelah melihat progres dari pembangunan rumah tersebut.
Untuk mendapatkan pencairan dana tunai ini sesuai imbauan Bupati, warga harus membentuk Kelompok masyarakat (Pokmas) yang bisa dikrodinasikan ke BPBD untuk divalidasi dan di SK kan oleh kepala desa pokmas tersebut. Setelah itu warga melalui Pokmas harus menentukan jenis rumah yang akan dibangun dengan tiga pilihan yakni RISHA, RIKA atau RIKO baru menyampaikan rencana anggaran biaya (RAB).
“Jika warga memilih RISHA mitra penyedia bahan kerjasama dengan WIKA atau Wayan RISHA untuk penyediaan panelnya. Jika RIKA kita kerjasama dengan pihak ketiga penyedia bahan material kayu,” pungkasnya. (cr-dhe)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here