Beranda Lombok Timur Inspektorat Lamban Keluarkan Hasil

Inspektorat Lamban Keluarkan Hasil

BERBAGI
MUHAMAD RIFA’I / RADAR MANDALIKA AKP Joko Tamtomo SIK

Dugaan Korupsi Mantan Kades Jero Gunung

LOTIM – Tiga bulan lalu, Unit Tindak Pidana Korupsi (Korupsi) Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Lombok Timur (Lotim), mengajukan audit internal pada inspektorat. Audit internal itu, kaitan dengan tindakan dugaan merugikan negara, dilakukan tersangka Kasim, mantan Kades Jero Gunung Kecamatan Sakra Barat. Kasim melakukan tindakan melanggar hukum, saat menjabat Kades. Sejak diajukan hingga kini, Inspektorat belum mengeluarkan hasil audit internal tersebut. Karena makan waktu cukup lama, Inspektorat dinilai lamban dalam proses audit itu.
“Sudah tiga bulan kami ajukan, tapi sampai hari ini hasil audit internal Inspektorat belum ada keluar. Hasil Inspektorat itu yang kami tunggu-tunggu,” kata AKP Joko Tamtomo, SIK Kasat Reskrim Polres Lotim, di kantornya, kemarin.
Ia mengungkapkan, proses penyidikan kasus dugaan korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa tahun anggaran 2015 hingga 2017 lalu. Besarannya, sekitar Rp 200 juta lebih. Tersangka melakukan dugaan korupsi sejumlah pekerjaan fisik, seperti rabat jalan, Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pembuatan posko dan sejumlah pekerjaan fisik lainnya. “Kami berharap hasil audit itu segera dikeluarkan Inspektorat,” tegasnya.
Terpisah Kepala Inspektorat Lotim, Haris, menjanjikan, Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) kasus korupsi mantan Kades Jero Gunung, dalam dua tiga hari kedepan final. Ia pun mengakui, turun secara bersama-sama di lapangan dengan Tipikor Reskrim, untuk mengungkap fakta-fakta lapangan. “Kami sedang fokus finalisasi LHP,” tegasnya.
Kaitan dengan penentuan nilai kerugian disebabkan tersangka mantan Kades Jero Gunung, nantinya menjadi kewenangan dari Tipikor, apakah akan melibatkan Inspektorat atau Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Tapi biasanya, perhitungan nilai kerugian, menggunakan BPKP. “Untuk turun lagi memperkuat dakwaan dan mencocokkan LHP kami, kewenangan Tipikor apakah akan turun kelapangan kembali atau tidak,” pungkas Haris. (fa’i/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here