Beranda Mataram Polemik Nama Bandara, Pemprov Ngaku Masih Cermati

Polemik Nama Bandara, Pemprov Ngaku Masih Cermati

BERBAGI
DOK/RADAR MANDALIKA MASIH BERPOLEMIK: Perubahan nama bandara menjadi Zainuddin Abdul Majdid (ZAM) masih menuai polemic dan Kekecewaan masyarakat Lombok Tengah.

MATARAM – Kekecewaan masyarakat Lombok Tengah atas perubahan nama bandara menjadi Zainuddin Abdul Majdid (ZAM) ditanggapi Pemprov NTB. Gubernur NTB, Zulkieflimansyah melalui Kepala Biro Humas Setda Provinsi NTB, Iranadi Kusuma mengatakan, sampai saat ini pemerintah masih terus mencermati dan mempertimbangkan berbagai hal secara cermat dari berbagai aspek. Utamanya terkait perubahan nama bandara yang menuai polemik. Pemprov memastikan, semua masalah akan ada jalan keluarnya. Terlebih jika nama bandara yang baru, ZAM belum bisa diterima oleh masyarakat Lombok Tengah khususnya, atau pihak pihak lain. Meski telah keluar SK Kementerian Perhubungan Nomor KP 1421 Tahun 2018 tentang perubahan nama Bandar Udara Internasional Lombok menjadi Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid yang ditetapkan di Jakarta pada Rabu, 5 September 2018, dan ditandatangani Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.
“Kami masih cermati, masih mempertimbangkan dari berbagai aspek,” kata Irnadi secara normatif.
Pemprov juga memastikan agar semua masalah pasti ada jalan keluarnya, apalagi menyangkut kondusifitas daerah. “Saya yakin tidak ada masalah yang tidak bisa selesai,” kata dia.
Pemerintah masih terus melakukan berbagai upaya agar perubahan nama bandara ini tidak lagi berpolemik. Apalagi dengan pertemuan pimpinan DPRD bersama pemerintah provinisi NTB yang dihadiri Kadis Perhubungan, Lalu Bayu Windia. Hasilnya, daerah diberikan waktu sampai enam bulan sejak pertemuan itu melakukan pembahasan di internal. Ssehingga apa yang menjadi hasilnya harus dilaporkan ke pusat. Mengingat pusat memang tidak ada wewenang untuk memutuskan, melainkan daerah berwewenang untuk mengusulkannya.
Sementara, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB, Lalu Bayu Windia masih bungkam terkait nama bandara itu. Berkali kali media menghubungi pria kelahiran Lombok Tengah itu, tapi belum mau memberikan tanggapan sedikitpun soal polemik perubahan nama bandara. (cr-jho/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here