Beranda Lombok Timur Kasus Pusuk, Tipikor Lakukan Pemeriksaan Tambahan

Kasus Pusuk, Tipikor Lakukan Pemeriksaan Tambahan

BERBAGI
MUHAMAD RIFA’I / RADAR MANDALIKA PUSUK SEMBALUN: Objek wisata Pusuk Sembalun yang menyeret dua tersangka dugaan korupsi TP Kementerian Pariwisata akhir tahun 2016 silam.

LOTIM – Dua kali, berkas perkara kasus korupsi proyek dana Tugas Perbantuan (TP) Pusuk Sembalun Lombok Timur (Lotim) dikembalikan Kejaksaan Negeri (Kejari) Lotim. Berkas dikembalikan karena masih ada yang harus dilengkapi penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Lotim. “Saat ini, kami masih meminta keterangan tambahan dari sejumlah pihak terkait,” kata AKP Joko Tamtomo SIK, Kasat Reskrim Polres Lotim di kantornya, kemarin.

Pekan depan, ujar Joko, kasus yang ditangani sejak beberapa bulan terakhir ini, ditargetkan rampung atau P19. Sehingga, sampai akhir tahun ini, kasus korupsi yang menjerat kontraktor dan pensiunan asisten III, yang juga mantan Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Lotim inisial HAM itu, sudah bisa P21.
“Kami targetkan akhir tahun ini, kasus sudah P21,” tegas Joko.
Alasan berkas perkara masih perbaikan dan penambahan keterangan, menjadi dalih kedua tersangka belum dilakukan penahanan. Sementara pensiunan pejabat teras inisial HAM itu, belum bisa ditahan karena sedang sakit. “Kalau tidak ditahan saat status tersangka sampai inkrah nanti, berarti kan dalam sidang tidak ada keputusan potongan masa tahanan,” tegasnya.
Sebelumnya, kasus proyek pembangunan fisik pariwisata Pusuk Sembalun yang menimbulkan kerugian negara hingga Rp 300 juta lebih itu menuai kendala dalam proses penyidikannya. Sebab, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), proyek yang dikerjakan akhir tahun 2016 itu meninggal dunia. Sehingga, penyidik harus bekerja keras kembali, untuk melakukan pemeriksaan ulang. (fa’i/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here