Beranda Mataram APK Langgar Aturan Pasti Ditindak

APK Langgar Aturan Pasti Ditindak

BERBAGI

MATARAM – Wali Kota Mataram, H Ahyar Abduh menyebut jika tensi politik jelang pemilu 2019, dirasakan mulai meningkat. Ditandai dengan maraknya pemasangan gambar atau Alat Peraga Kampanye (APK), Wali Kota mengatakan, pihaknya akan mengambil tindakan tegas dan terus mensosialisasikan titik-titik pemasangan APK.
Dengan adanya enam dapil dan 600 calon legislatif yang akan memperebutkan kursi legislatif di Kota Mataram, rawan terjadi gesekan karena semua calon tentu berkeinginan untuk menang. Belum lagi karena caleg diperbolehkan memasang APK di kediaman pribadi pendukungnya. “Perlu koordinasi yang baik dengan semua pihak. Termasuk dengan camat, lurah, dan kepala lingkungan untuk antisipasi munculnya isu SARA, hoax, dan ujaran kebencian,” tegas Wali Kota saat rapat dengan seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Mataram, Senin (22/10) lalu.
Harapannya, pemilu dapat berlangsung aman dan tertib. Selain itu, jumlah TPS yang juga mengalami peningkatan disertai adanya penambahan jumlah formulir pemilih, perlu dimasifkan pelibatan anggota Linmas Kota Mataram. Tugasnya membantu pihak Kepolisian dan TNI mengamankan TPS yang jumlahnya mencapai angka ribuan.
Terpisah, Kepala Bakesbanpol Kota Mataram Rudy Suryawan mengatakan, pemasangan APK maupun bahan kampanye di Mataram tidaklah terlalu massif, karena masa kampanye masih panjang. Kalaupun ada, dari Panwascam sudah turun melakukan penertiban sendiri. “Dari kelurahan dan kecamatan bersama Panwascam sudah pro aktif turun penertiban,” katanya.
Sementara untuk tim terpadu penertiban APK Kota Mataram, sampai saat belum bergerak melakukan penertiban. Alasannya, tim menunggu rekomendasi KPU berdasarkan hasil pencermatan Bawaslu Kota Mataram. “Minggu depan penertiban. Setelah ada rekomendasi Bawaslu, baru turun,” jelasnya.
Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan KPU, dijadwalkan turun awal pecan ini. SK itu diteliti Bawaslu, guna mengecek mana APK yang menyalahi aturan. Baru kemudian direkomendasikan ke Tim Terpadu Penertiban APK Kota Mataram. (rin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here