Beranda Lombok Barat Rp 8 M Klaim RSUD Belum Dibayar BPJS

Rp 8 M Klaim RSUD Belum Dibayar BPJS

BERBAGI
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA H Arbain Ishak

LOBAR —Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tripat Gerung belum juga menerima pembayaran klaim BPJS. Akibatnya, rumah sakit pelat merah ini kesulitan melakukan pembayaran bahan dan obat-obatan kepada rekanan. Sudah hampir berbulan-bulan klaim yang mencapai Rp 8 miliar belum dibayarkan BPJS Kesehatan. “Syukurnya ada pihak rekanan yang sanggup kita hutangi. Kita minta dimaklumi karena tidak bisa bayar,” kata Dirut RSUD Tripat Gerung, H Arbain Ishak yang ditemui di DPRD Lobar, kemarin.
Dampak lain belum dibayarkannya klaim BPJS, berimbas kepada gaji tenaga honorer RSUD dan beberapa jasa pelayanan. RSUD Tripat terpaksa menunda pembayaran gaji para tenaga itu. “Tidak bisa kita paksa (untuk membayar), soalnya tidak kecil yang harus dibayarkan,” ungkapnya dokter gigi ini.
Beberapa kali surat tertulis dilayangkan ke BPJS untuk menagih pembayaran klaim. Namun BPJS beralasan, menunggu kucuran dana dari pusat. Meski terseok-seok akibat tunggakan BPJS, RSUD milik Pemkab Lobar ini tetap memberikan pelayanan maksimal kepada pasien BPJS. Arbain memastikan, pihaknya tetap mengedepankan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
“Tetap (kita terima) tidak bisa kita tolak. Kita layanin walaupun risiko di rumah sakit,” ungkapnya.
Saat dikonfirmasi, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Mataram, Muhammad Ali mengaku tetap akan membayar klaim untuk 13 rumah sakit yang bekerjasama. Hanya saja, pembayaran yang dilakukan hanya untuk bulan Agustus. Sementara untuk bulan Juni sampai Juli, sudah dilakukan pembayaran.
Adanya tunggakan ini, diakui Alin, dialami secara nasional. Sehingga BPJS Kesehatan di setiap daerah hanya bisa menunggu proses dana dari pusat. “Setelah kita terima anggaran, segera kita bayar ke rumah sakit,” janjinya.
Mengenai pembayaran klaim untuk RSUD Tripat Gerung, memang belum dibayarkan untuk bulan Agustus. Termasuk beberapa bulan klaim belakangan yang sifatnya susulan. Karena susulan, pada saat penagihannya belum dipandang layak untuk diverifikasi. Sehingga memerlukan konfirmasi dari rumah sakit untuk dicocokkan. Namun itu bukan berarti belum dibayarkan. “Sudah dibayarkan sebagian untuk klaim-klaim bulan sebelumnya, pelayanan Juli ke belakang. Khususnya bulan Mei, Juni dan Juli. Sebagian klaimnya belum dibayarkan karena masih memerlukan kelayakan verifikasi,” jelasnya. (win/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here