Beranda Headline Pilkades Kelebuh Memanas

Pilkades Kelebuh Memanas

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA KETERANGAN PERS: Tiga warga Desa Kelebuh memberikan keterangan persnya terkait sejumlah persoalan Pilkades, Sabtu (20/10) lalu.

PRATENG —Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Kelebuh, Kecamatan Praya Tengah mulai bergejolak. Kali ini dipicu protes warga terhadap proyek pengaspalan jalan yang dilakukan salah satu cakades.
Salah satu tokoh masyarakat setempat, Jani menjelaskan, pengaspalan jalan sepanjang 600 meter tersebut berlokasi di Dusun Dasan Re, Desa Persiapan Lelong. Dana proyek tersebut bersumber dari dana aspirasi salah satu anggota DPRD Loteng. Namun justru oknum cakades itu justru menjadikannya sebagai ‘jualan’ politik. Hal ini pun kemudian menimbulkan reaksi dari timses cakades lain yang merasa dirugikan.
“Kalau tidak dihentikan, bisa-bisa terjadi pertumpahan darah ini,” ujarnya.
Menurut dia, ada kesalahan dalam proyek tersebut. Selain bertepatan dengan momen Pilkades, pengerjaanya juga terkesan asal-asalan. Begitu juga dengan kelengkapan administrasinya yang tidak jelas.
“Harusnya ada plang proyeknya juga. Jadinya kesan oleh masyarakat adalah proyek siluman,” ketusnya.
Untuk itu dirinya berharap proyek tersebut segera dihentikan. Paling tidak sampai administrasinya dilengkapi dan dilanjutkan setelah Pilkades berakhir.
Hal yang sama juga diungkapkan tokoh masyarakat lainnya, Amrullah. Kepada wartawan dia mengaku mencium ketidakberesan dalam pengerjaan proyek tersebut. Pihaknya mensinyalir pengerjaannya dipaksakan untuk meraup suara menjelang pencoblosan. Oleh karena itu, dirinya meminta yang bersangkutan segera memberikan penjelasan kepada warga. Sebab jika memang dana proyek tersebut bersumber dari aspirasi dewan, harusnya dikerjakan sesuai petunjuk teknis. Sehingga anggaran dana aspirasi yang seharusnya digunakan untuk kepentingan masyarakat, tidak terbuang sia-sia hanya karena ambisi politik semata.
Di sisi lain, Penjabat Kades Persiapan Lelong, Baiq Ratnasih Nirmalasari mengaku sudah memediasi sejumlah pihak terkait persoalan ini. Pihaknya juga telah meminta cakades bersangkutan untuk menghentikan pengerjaan proyek untuk sementara waktu. Paling tidak sampai tahapan Pilkades usai.
“Kita sebelumnya sudah menyarankan agar proyek itu setelah Pilkades. Tapi memang tidak dihiraukan,” singkatnya. (tar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here