Beranda Lombok Barat Pemdes Diminta Pro Aktif Data Rumah

Pemdes Diminta Pro Aktif Data Rumah

BERBAGI
JHONI SUTANGGA/RADAR MANDALIKA Lalu Winengan

LOBAR —Masih banyak rumah rusak akibat gempa yang belum masuk data verifikasi penerima bantuan. Dari hasil uji publik terhadap data yang terverifikasi, ratusan rumah belum masuk verifikasi pendataan,
Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Lombok Barat (Lobar), HL Winengan mengatakan, uji publik untuk mengetahui rumah rusak yang belum terdata. Termasuk rumah yang awalnya rusak ringan, kemudian menjadi rusak berat akibat gempa susulan. Atau sebaliknya, yang terdata rusak berat ternyata rusak ringan. “Dari uji public ini yang menentukan,” kata Winengan, kemarin.
Uji publik itu diberikan batas waktu hingga Rabu (24/10) mendatang. Untuk itu, Winengan meminta pemerintah desa, termasuk kepala dusun (Kadus) hingga RT untuk lebih proaktif mendata rumah yang belum tercatat. “Kita kasih sampai hari Rabu, agar ada waktu kita untuk melakukan verifikasi rumah itu,” ujarnya.
Kepada masyarakat diminta bersabar, dan tidak menganggap pemerintah hanya memberi janji palsu. Ia memastikan bantuan yang dijanjikan Presiden akan diperoleh para korban gempa melalui enam tahap. “Sekarang baru tiga tahap. Tahap kedua kemarin sudah juga,” ujarnya.
Namun, bantuan tahap kedua sebesar Rp 105 miliar untuk 2.114 unit rumah yang mengalami rusak berat belum dapat dicairkan. Beberapa syarat pencairan yang awalnya cukup banyak, kini sudah dikurangi demi mempermudah pencairan. Hanya saja pembentukan kelompok masyarakat (Pokmas) tetap ada. Termasuk bagi para pendamping. Sebab penggunaan dana stimulan sebesar Rp 50 juta itu perlu adanya control, guna menghindari kemungkinan salah penggunaan. “Jangan sampai masyarakat sudah nikmat tidur dengan rumah yang sudah jadi, sementara waktu kita ditangkat polisi. Sehingga perlu dikontrol,” tegasnya.
Sebelumnya, Pemerintah Desa (Pemdes) Bug-bug Kecamatan Lingsar mengakui, masih ada rumah yang belum masuk data verifikasi. Pemdes setempat mengusulkan 518 unit rumah terdampak gempa untuk memperoleh bantuan. Namun hasil verifikasi pemerintah daerah dan BNPB hanya tercatat 233 unit bangunan. “Pemkab Lobar mengimbau dari pemerintah kecamatan dan desa untuk mengusulkan kembali warga yang belum terverifikasi,” kata Plt Kades Bug-bug, Marzuki.
Ia pun sudah mengusulkan kembali nama-nama warganya yang belum masuk data verifikasi. Termasuk Suharto, si pemilik rumah terbalik. “Kita mengusulkan kembali 348 unit ke Disperkim, untuk dilakukan verifikasi atau pendataan,” ujarnya. (win/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here