Beranda Headline Lima Pesan Aa Gym Semangati Warga Lotim

Lima Pesan Aa Gym Semangati Warga Lotim

BERBAGI
MUHAMAD RIFA’I / RADAR MANDALIKA CERAMAH: KH Abdullah Gymanstiar atau akrab disapa Aa Gym saat memberikan ceramah sekaligus penggalangan dana korban gempa bumi di Masjid Raya Al Mujahidin, Selong, kemarin.

LOTIM – Ribuan masyarakat memadati Masjid Raya Al Mujahidin Selong Lombok Timur (Lotim), menghadiri tabliq akbar KH Abdullah Gymanstiar. Kehadirannya dai yang akrab dipanggil Aa Gym ini, selain penggalangan dana untuk 25 ribu unit Hunian Sementara (Huntara) bagi korban gempa. Juga memberikan semangat pada warga Lotim, menghadapi musibah gempa. Terdapat lima pesan dai kondang ini pada masyarakat Lotim, kemarin.
Wakil Bupati Lotim, H Rumaksi mengatakan, kedatangan Aa Gym diharapakan bisa memberikan kesejukan dan meningkatkan iman masyarakat yang terkena musibah. Bagaimana musibah tersebut, diterima dengan ikhlas. Selain itu, berharap masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti sedia kala. Anak-anak segera kembali sekolah, melupakan gempa yang menimpa selama ini.
“Hingga saat ini masih ada masyarakat tinggal di pengungsian,” kata Rumaksi.
KH Abdullah Gymanstiar dalam ceramahnya mengatakan, terdapat kiat-kiat menghadapi berbagai persoalan hidup. Sehingga, tidak ada masalah yang bahaya dalam hidup. “Yang parah itu bukan bencana gempa bumi, tapi yang parah kalau terjadi gempa iman,” terangnya.
Lanjut Aa Gym menyebutkan lima pesan sebagai kiat-kiat menghadapi berbagai persoalan hidup. Pertama, harus siap menghadapi yang cocok dan tidak cocok dengan keinginan. Menurutnya, akan mustahil hidup ini semua sesuai dengan keinginan. Sebab, manusia hanya berencana, namun yang menentukan adalah Allah. Karena itu, ia meminta masyarakat tidak buruk sangka dengan gempa. Tinggal tugas sebagai manusia, bagaimana meluruskan niat, menyempurnakan ikhtiar dan tawakkal. Menerima takdir gempa, sembari ikhtiar bagaimana lebih baik kedepan.
Selain itu pesannya, kalau sudah terjadi sesuatu itu harus ridha, sembari mencari takdir baik lainnya. Bukan itu saja, mengingatkan jamaah tidak mempersulit diri, sehingga hidup tidak menjadi berat. Memang, tidak dipungkiri ada trauma. Tapi jangan sampai trauma membuat masyarakat menjadi menyalahkan Allah.
“Kalau sudah siap menghadapi yang cocok dan tidak cocok dengan keinginan, ridha bila sesuatu itu sudah terjadi, tidak mempersulit diri, baru setelah itu evaluasi diri dan cukup menjadikan Allah sebagai penolong,” pesannya.
Pada kesempatan itu, ya juga memberikan ceramah bagaimana menjaga hati, pikiran, ucapan dan bertetangga. Bahkan, bagaimana membangun keluarga yang baik. (fa’i/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here