Beranda Praya Metro Rusunawa Semayan Kapan Diresmikan?

Rusunawa Semayan Kapan Diresmikan?

BERBAGI
DOK/RADAR MANDALIKA BELUM DIRESMIKAN: Bangunan Rusunawa di Kelurahan Semayan terlihat sudah beroperasi.

PRAYA — Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Lombok Tengah (Loteng), Lalu Firman Wijaya belum bisa memastikan kapan Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Semayan, Kecamatan Praya diresmikan Menteri PUPR.
Sementara itu, soal kabar adanya dugaan pungutan liar (Pungli) di Rusunawa, Firman berjanji akan memberikan tindakan tegas. “Yang menempati rumah itu adalah masyarakat yang berpenghasilan rendah,” tegas Firman, kemarin.
Firman menyampaikan, kendati Rusunawa belum secara resmi dilimpahkan oleh Satuan Kerja (Satker) Kementerian PUPR ke Pemkab Loteng, namun Rusunawa ini sudah mulai ditempati beberapa bulan lalu oleh warga. “Kebanyakan warga dari Praya,” bebernya.
Kalaupun ada pengeluaran yang dilakukan oleh masyarakat, maka hal itu hanya sifatnya untuk sewa, pembayaran listrik dan air serta uang keamanan. Karena, memang untuk biaya listrik di Rusunawa menghabiskan sekitar Rp 14 juta dalam sebulanya. Dimana, masyarakat juga sudah meminta untuk pembayaran listrik nantinya menggunakan sistem pasca prabayar. Sehingga itu bukan pungli.
“Jadi untuk sementara sifatnya iuran dulu,” ungkap Firman.
Selain itu, untuk sekarang warga yang sudah menempati akan digratiskan sementara. Namun setelah taman depan semua jadi, dan sudah dilimpahkan oleh pihak kementerian mereka harus tetap bayar sewa sesuai dengan harga yang ditentukan.
“Untuk sewanya tidak berat. Paling tidak mereka akan bayar dibawah Rp 100 ribu dalam sebulan,” bebernya lagi.
Firman menambahkan, Rusunawa yang dibangun ini terdiri dari lima lantai dengan 72 unit rumah type 36 yang dibangun di atas lahan seluas 80 are. Sedangkan untuk fasilitas yang ada di tempat itu. Di antaranya ruang tamu, dua kamar tidur, dapur dan kamar mandi.
Firman membeberkan juga, untuk anggaran pembangunan Rusunawa tersebut, sumber pusat melalui Kementerian PUPR dengan nilai anggaran Rp 21 miliar, dan dikerjakan oleh PT. Bhina Reka Utama dengan konsultan PT. Indah Karya. (jay/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here