Beranda Headline Mengungkap Penyelundupan Bibit Lobster Melalui Jalur ‘Tikus’

Mengungkap Penyelundupan Bibit Lobster Melalui Jalur ‘Tikus’

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA LEPAS: Ribuan bibit atau benih lobster dilepas Dit Polrair Polda NTB dan Balai Karantina Ikan di Teluk Gok Lembar, kemarin.

Harga Mengiurkan, Penyelundup Jalur Udara Hingga Laut

Digagalkannya penyelundupan bibit lobster asal Lombok, kerap terjadi. Mudahnya memperoleh dan iming-iming harga mengiurkan, menjadi alasan segelintir orang menyelundupkan lobster.
WINDY DHARMA-LOBAR
LOBSTER memiliki keistimewaan dibandingkan hewan laut lainnya. Dagingnya yang lezat, membuat masyarakat mencari hewan yang tinggi protein ini. Di pasaran, harga lobster termasuk mahal. Bibit lobster bisa dihargai antara Rp 5 ribu hingga Rp 40 ribu perekor. Tergantung jenis lobster itu.
Hal itu membuat segelintir orang tergiur akan keuntungan yang begitu besar. Namun mengesampingkan undang-undang yang mengatur larangan penangkapan lobster. Termasuk harus memiliki izin dari Balai Karantina Ikan untuk pengirimannya. Sederet kasus penyelundupan lobster pernah terjadi, termasuk di Lombok. Khususnya di Lombok Tengah dan Lombok Timur.
Jalur penyeludupan bervariasi. Apakah menggunakan pesawat, atau jalur penyeberangan laut. Seperti penyelundupan benih lobster asal Lombok, yang digagalkan kepolisian dan Balai Karantina di Pelabuhan Lembar, Kamis (18/10) lalu. Sebanyak 5.203 bibit lobster diamankan dan langsung dilepas di perairan Lembar, tepatnya di kawasan Teluk Gok.
“Ada 5.203 benih lobster yang kami lepaskan. Rinciannya, 2.062 jenis mutiara, dan 3.141 jenis pasir,” kata Direktur Dit Polair Polda NTB, Kombes Pol I Made Sunarta.
Selain berhasil menggagalkan penyelundupan, Dit Polair Polda NTB juga fokus bagaimana memberikan efek jera kepada para pelaku penyelundupan. Sebab, banyak pelaku pernah tertangkap, namun saat keluar tetap melakukan tindakan terlarang itu. “Itu karena ancaman hukumannya tidak pernah maksimal,” sambungnya.
Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Mataram, Suprayogi mengakui, potensi benih lobster memang cukup besar di Lombok. Sebagian besar benih lobster yang diselundupkan berasal dari Lombok. Yakni Lombok Tengah, Lombok Timur maupun Lombok Barat (Lobar). Hanya saja untuk Lobar, jumlahnya belum terlalu banyak.
“Kami menyiapkan pengawas di bandara, pelabuhan Lembar, Kuta dan Bangko-bangko Sekotong. Karena ada kapal yang memang mengirim lewat sana,” ungkapnya.
Lokasi-lokasi tersebut terus dipantau, karena rentan dijadikan jalur penyelundupan lobster. Bukan hanya melalui jalur penyeberangan umum, namun juga jalur yang tidak banyak diketahui orang atau jalur “tikus”. “Di Kuta dan Bangko-bangko Sekotong memang berpotensi, karena memungkinkan,” pungkasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here