Beranda Headline Jaksa Temukan Kelompok Tani Fiktif

Jaksa Temukan Kelompok Tani Fiktif

BERBAGI
ILUSTRASI

Kasus Pengadaan Benih Kedelai Senilai Rp 12,6 Miliar

PRAYA — Kasus dugaan korupsi program pengadaan benih kedelai senilai Rp12,6 miliar tahun 2017, di Dinas Pertanian Loteng membuka pintu masuk untuk jaksa di Kejari Loteng. Jaksa pun mulai makin serius menggarap kasus ini setelah pihaknya menemukan sejumlah kelompok fiktif yang menerima ikut bantuan.
Kasi Pidsus Kejari Loteng, Hasan Basri mengungkapkan, pihaknya akan terus mendalami kasus bibit kedelai. Dari hasil penyelidikan itu, pihaknya menemukan bukti baru, banyak kelompok fiktif. Katanya, dari 316 kelompok tani penerima benih kedelai dengan total luas lahan penerima manfaat 10 ribu hektare. Sebagain kelompok itu, tidak masuk dalam data base.
“Artinya kelompok tersebut tidak mempunyai legalitas,” ungkapnya pada media, kemarin.
Hasan menegaskan, untuk jumlah kelompok penerima bantuan yang sudah menjalani pemeriksaan dalam kasus ini, ada 250 kelompok tani. Mereka diperiksan oleh penyidik bukan hanya masalah benih kedelai yang mereka terima saja. Namun, apakah kelompok tani tersebut jelas dan terdaftar sah secara hukum. Tidak kalah penting juga, kelompok tani tersebut memang punya lahan pertanian yang bisa dipertanggungjawabkan.
“Jika mereka hanya terdaftar namun tidak mempunyai lahan, tetap saja namanya kelompok fiktif,” sebutnya.
Untuk nama kelompok fiktif itu, Hasan enggan untuk membeberkannya. Tapi, pihaknya akan memberikan tindakan tegas kepada kelompok tersebut, sebab bantuan benih kedelai ini diperuntukkan bagi kelompok yang memang ada legalitas hukumnya.
“Kalau seperti ini pastinya jelas ada dugaan permainan,” sebut Hasan.
Selain itu, untuk menelusuri kerugian negara yang telah diakibatkan dalam kasus itu. Hasan bukan hanya melakukan pemeriksaan kepada kelompok tani semata. Sebelumnya, jaksa telah memeriksa dari dinas terkait penyuluh lapangan (PL), kepala UPT dinas terkait, termasuk pejabat dari dinas terkait yang mengelola bantuan. (jay/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here