Beranda Headline Bawaslu Klarifikasi Kadis Perkim Lobar

Bawaslu Klarifikasi Kadis Perkim Lobar

BERBAGI
JHONI SUTANGGA/RADAR MANDALIKA Lalu Winengan

MATARAM – Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Lobar, Lalu Winengan diklarifikasi Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Mataram terkait pemberitaan di salah satu media yang menyebutkan, selaku ASN melakukan deklarasi politik kepada salah satu Capres. Bawaslu menduga Winengan melakukan pelanggaran selaku ASN.
Ketua Bawaslu Kota Mataram, Hasan Basri mengatakan, dalam sebuah video yang beredar tidak terlihat ada bukti yang kuat Winengan berpolitik, hanya saja dalam sebuah pemberitaan media lokal disebutkan keterlibatan dia dengan menggelar satu acara deklarasi di kawasan pengawasan Bawaslu Kota Mataram. Untuk memastikan hal itu, Bawaslu Kota Mataram mengklarifikasi pria yang juga Sekretaris PW NU NTB.
Hasan mengaku, acara tersebut selain silaturrahmi namun mendeklarasikan penolakan hoax dan tindakan diskirminasi kepada ulama dan tidak ada kaitannya dengan urusan politik.
“Itu jawaban Winengan setelah kita undang untuk memberikan klarifikasi,” terang Hasan kepada media, kemarin.
Winengan juga kata Hasan, sesuai pengakuannya di acara tersebut juga akan mengumpulkan dana untuk menyantuni anak yatim piyatu. Selaku pihak yang bertugas melakukan pengawasan Pemilu, katanya tentu perlu dilakukan klarifikasi dalam persoalan ini. Meski telah mendapatkan jawaban dari sekian pertanyaan yang dilontarkan ke Winengan, kata Hasan Bawaslu juga akan memintai klarifikasi sejumlah saksi yang hadir di acara tersebut untuk mendalami.
“Ini ada tindak lanjutnya, kami akan undang saksi lain,” janji dia.
“Jadi tadi itu bukan pemanggilan melainkan undangan meminta klarifikasi. Kalau istilah pemanggilan itu ketika sebelumnya tidak hadir tetapi saat diundang beliau langsung hadir,” tambah Hasan.

Sementara saat ditanya menyebutkan KH Ma’aruf Amin, kata Hasan, Winengan mengaku KH Maaruf Amin ulama yang saat ini sedang banyak diedarkan berita hoaxnya. Sehingga selaku murid akan membela ulama yang diberitakan tidak benar. “Itu jawabannya Winengan, tetapi kita akan dalami,” janji dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Perkim Lobar, Lalu Winengan mengatakan bahwa acara tersebut merupakan gerakan cinta kiyai dan ulama. Ini dilakukannya karena salah satu ulama kebanggaannya, KH Ma’aruf Amin, akhir-akhir ini sering di Bully bahkan banyak juga yang beredar di media sosial hoax terkait diri Ma’aruf Amin. Misalnya dalam sebuah video beredar bahwa Mustasar PBNU itu cupika-cupiki dalam sebuah acara bersama seorang perempaun padahal itu, adalah istri beliau. Namun yang beredar di media sosial disebutkan seakan sebagai ulama tidak menjaga jarak.
Begitupun dalam sebuah foto yang mana Maaruf Amin terlihat sedang berbaring di sebuah rumah sakit padahal beliau sedang berada di Madura. Winengan membenarkan adanya foto tersebut namun foto itu bukan sekarang ini melainkan foto lama yang dimunculkan.
“Saya cek semua kebenarnnya dan yang beredar itu hoax semua. Selaku murid, kader saya berkewajiban membela ulama,” kata Winengan.
Hal yang membuat gerakan itu ada, kata dia berita tersebut dikonsumsi atau diterima oleh sebagain warga NTB. Sehingga dalam hal ini, dia terdorong untuk meluruskannya itu. “Ini semua saya jelaskan di Bawaslu tadi,” katanya.
Winengan menegaskan, tindakan itu tidak ada kaitannya dengan politik apalagi Pilpres 2019, hanya saja saat ini yang sering dibully atau diberitakan tidak benar Ma’aruf Amin. Gerakan tersebut juga bukan satu gerakan yang bersifat menasioanal, inisiatif gerakan cinta ulama dan kiyai itu hanya di NTB, secara struktur pun tidak ada sama sekali terbentuk di NTB.
“Kalau terjadi pembulian di kiyai ulama lain juga saya akan lakukan hal yang sama,” jelas dia.
Winengan juga menyebutkan undangan itu mengingat dirinya yang juga sebagai ASN untuk itu, atas udangan yang disampaikan Bawaslu Mataram dia sangat menyampaikan rasa terimakasih serta memberi apresiasi.
Disinggung dengan tindaklanjut yang akan dilakukan Bawaslu dengan mengundang saksi untuk dimintai keterangan, Winengan mempersilahkan sebab itu merupakan tupoksi Bawaslu. Namun dalam hal ini kembali Winengan menegaskan, bahwa acara yang dilakukan itu tidak ada kaitannya dengan urusan politik namun murni atas kecintaan kepada ulama.
“Kalau KH Miftah (menyebutkan salah satu nama kiyai) dibuli saya akan buat barisan membela Miftah atau pun seaindanya Ustaz Abdul Somad, Habib Riziq yang di hoax kan saya akan bela mereka,” janjinya. (cr-jho/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here