Beranda Headline 25 Oktober, Rumah Tahan Gempa Dibangun

25 Oktober, Rumah Tahan Gempa Dibangun

BERBAGI
ILUSTRASI

PRAYA — Pembangunan rumah tahan atau Risha bakal segera dilakukan. Dari jadwal yang ada, pembangunan akan dimulai tanggal 25 Oktober. Dari data yang ada, jumlah rumah yang akan dibangun tahap pertama 2.884 unit. Pembangunan ini, khusus bagi warga yang rumahnya rusak berat.
“Pembangunan akan dilakukan secara bertahap,” terang Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Loteng, Lalu Firman Wijaya, kemarin.
Firman mengaskan untuk saat ini, pemerintah sedang fokus melakukan pembangunan infrastruktur dan fasilitas umum yang rusak akibat gempa. Seperti, pembangunan musala di lapangan Alun- Alun Tastura Praya.
“Yang sudah mulai dibangun dari PUPR baru musala,” ungkap dia.
Firman menyampaikan, dalam pengerjaan rumah untuk wargan ini, rencananya pihak perusahaan bisa membangun 10 unit rumah untuk sehari. Dimana dalam pembangunan itu, akan didampingi tim aplikator yang merancang pembangunan dari Surabaya.
“Aplikator dari Surabaya yakni, PT. Pilar Garuda Bima yang saat ini sekretariat di Pancor Dao,” bebernya.
Kata dia, pembangunan sampai sekarang belum dimulai karena ada beberapa kendala. Salah satunya, komponen harus dilengkapi serta kelompok masyarakat (Pokmas) yang belum jadi di tingkat desa. Belum lagi, pihaknya harus melakukan sosialisasi kepada masyarkat terkait pola pembangunan menggunakan dana dari pemerintah pusat tersebut.
“Kita memang terkendala karena molding atau pencetak yang belum lengkap, karena ada 38 komponen yang harus kita lengkapi,” ceritanya.
Untuk pembangunan, pihaknya juga sebelumnya sudah ada sosialisasi dan musyawarah dengan warga untuk membentuk Pokmas. Kemudian baru bisa dibuatkan SK oleh kades untuk mengalihkan bantuan ke Pokmas untuk dikerjakan bersama.
“Jadi rekening milik masyarakat ini akan terkumpul di Pokmas,” ujarnya.
Firman menjelaskan, dana bantuan sebesar Rp 50 juta itu semuanya harus dihabiskan untuk membangun rumah. Kalaupun nantinya dana untuk membangun rumah hanya Rp 40 juta, maka sisasnya harus digunakan untuk yang lainya.
“Targetnya, uang pembangunan rumah harus habis digunakan,” katanya. (jay/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here