Beranda Headline Tidak Boleh Pakai Beli Motor, Apalagi Nikah!

Tidak Boleh Pakai Beli Motor, Apalagi Nikah!

BERBAGI
MUHAMAD RIFA’I / RADAR MANDALIKA MINTA : Presiden RI H Joko Widodo didampingi isteri dan Gubernur NTB, saat memberikan arahan penggunaan dana bantuan stimulant pada korban gempa, kemarin.

LOTIM – Presiden RI, H Joko Widodo kembali menyambangi korban gempa di Lombok Timur, kemarin. di hadapan warga, Jokowi meminta uang yang disalurkan itu harus dipertanggungjawabkan. Jokowi juga menitipkan pada pemerintah, Kelompok Masyarakat (Pokmas), dan masyarakat, bahwa uang tersebut harus menjadi rumah. Antara Pokmas juga di ingatkan saling mengontrol dan mengawasi satu sama lain.

“Tidak boleh uang itu tidak jadi rumah. Nanti jangan sampai rumah tidak jadi, tau-tau punya sepeda motor. Hati-hati saya ikuti terus. Apalagi pakai nikah lagi, ini yang bahaya,” kata H Joko Widodo, di Desa Belanting Kecamatan Sambelia.
Orang nomor satu di repbulik ini mengatakan, boleh masyarakat membangun Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha), dan boleh pula membangun rumah dari kayu. Yang terpenting baginya, rumah terseut tahan gempa, dan nanti diarahkan oleh pendamping dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR).
Sambung Jokowi menegaskan, masyarakat sudah tidak boleh lagi membangun rumah tanpa konstruksi yang benar. Apalagi, NTB termasuk garis cincin api, sehingga setiap membangun rumah, harus rumah tahan gempa.
“Kalau ada sisa dana, silahkan dipakai misalkan untuk mendambah dapur, menambah kamar mandi, apalgi digunakan membuka usaha juga jelas boleh. Tapi selama itu ada sisa,” tegasnya.
Kembali Jokowi menjelaskan, Negara ini merupaka Negara besar yang dilingkari cincin api. Banyak sekali gunung yang berapi, dan NTB salah satu wilayah yang masuk dalam cincin api, yang mudah terkena gempa. Bangsa ini mempunya pengalaman di Aceh terjadi gempa bumi dan tsunami, gempa besar di Jogjakarta, dan Gempa besar di Padang. Bahkan, di NTB tahun 1978 silam dan sebelumnya itu pula, pernah terjadi gempa besar. Ditambah lagi belum lama ini terjadi gempa dan tsunami di Palu dan Donggala.
“Ini harus dipahami masyarakat, sehingga harus tetap hati-hati dan waspada pada gempa,” imbaunya.
Sebetulnya kata Jokowi, uang bantuan stimulant itu sudah lama ditransfer dari Pusat ke Bank. Tapi memang prosedurnya cukup rumit, hingga 17 prosedur. Karena rumit, sehingga pekan lalu diputuskan dari 17 prosedur menjadi satu prosedur biar cepat dan sederhana.
Ditambakannya, jumlah dana yang ditransfer ke NTB sudah disiapkan tahap pertama sebesar Rp 960 miliar. Dana itu, untuk membangun kembali rumah yang mengalami kerusakan akibat gempa di NTB, sebnayak 190 ribu unit rumah. Sedangkan untuk Lotim sendiri, total keseluruhan dana yang dibutuhkan sebesar Rp 300,201 miliar lebih. Yang sudah dicairkan 121 Pokmas sebesar Rp 36,925 miliar lebih, dari 177 Pokmas yang sudah terisi rekeningnya.
“Sebanyak 204 Pokmas yang sudah terbentuk, itu sudah bagus. Tinggal di isi saja, sehingga cepat bangun rumah secara gotong royong,” pungkasnya.
Pantauan Radar Mandalika, Presiden Jokowi yang didampingi istrinya dalam lawatan itu, untuk memastikan penandatanganan MOU antara Pokmas dan aplikator. Presiden juga melihat langsung salah tau pembangunan rumah Risha, yang proses pembangunannya memakan waktu hanya lima hari. (fa’i/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here