Beranda Headline Minta Masa Verifikasi Diperpanjang

Minta Masa Verifikasi Diperpanjang

BERBAGI
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA VERIFIKASI: Proses verifikasi yang dilakukan panitia CPNS BKDPSDM Lobar, kemarin.

LOBAR —Badan Kepegawaian Daerah, dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Lombok Barat (Lobar) meminta perpanjangan masa verifikasi pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Baik untuk verifikasi pendaftaran online maupun berkas pelamar. Macetnya sistem SSCN di waktu tertentu menjadi alasannya.

“Verifikasi di website SSCN itu kadang error di jam tertentu. Biasanya siang-siang begini (error),” ujar Kasubid Pengadaan BKDPSDM, Deni Satriawan yang ditemui di ruang panitia CPNS Lobar, kemarin.
Kondisi itu dibenarkan Kepala BKDPSDM Lobar, Suparlan. Ia mengaku sudah mengusulkan perpanjangan waktu verifikasi ke provinsi. Dikhawatirkan kondisi itu akan menimbulkan masalah, karena adanya berkas yang belum terverifikasi hingga batas waktu 20 Oktober.
Meski para stafnya hampir sebagian lembur melakukan verifikasi. Kendala sistem yang kadang error dan macet, membuat pihaknya tak dapat berbuat banyak. Kendala itu ternyata hampir dialami seluruh kabupaten/kota lainnya.
“Sudah kita meminta perpanjangan waktu, untuk antisipasi kalau tidak selesai verifikasi sampai tanggal 20 Oktober,” ujarnya.
Jika usulan perpanjangan waktu verifikasi disetujui, kemungkinan akan berimbas pada mundurnya waktu pengumuman administrasi. Rencananya diumumkan pada 21 Oktober mendatang. “Semestinya pengumuman tanggal 21 Oktober. Tapi kita masih berupaya untuk usulan perpanjangan waktu,” sambungnya.
Berdasarkan data panitia CPNS BKDPSDM Lobar, pelamar mencapai 9.477 hingga akhir pendaftaran 15 Okober lalu. Dari jumlah itu, berkas pelamar yang diterima sebanyak 6.960. BKD masih menunggu berkas yang sudah dikirim pelamar melalui pos dengan stempel tertanggal 15 oktober.
Dari 219 formasi yang dibuka, 5 jabatan untuk tenaga pendidikan paling diminati pelamar. Yaitu guru bahasa Inggris 1.508 pelamar, guru IPA 1.136 pelamar, guru Penjaskes 911, guru matematika 856 dan guru IPS 821 pelamar. Sedangkan untuk yang tidak terisi terdapat pada formasi Guru BK untuk fisalitas 1, tenaga kesehatan untuk transfunsi darah 1, dan formasi khusus tenaga honorer K2 yang tersisa 5 jabatan dari 37 formasi yang dibuka.
“Totalnya ada tujuh. K2 itu ada lima yang tidak terisi, satu itu karena ijazahnya jauh, terus empat itu belum tahu keberadaannya. Karena orang-orangnya belum kita tahu dari pusat,” beber mantan Camat Batulayar ini.
Mengenai pelamar yang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS), Suparlan mengakui sudah ada. Namun ia belum bisa menyampaikan berapa jumlahnya lantaran belum direkap.
Nantinya, tahapan tes akan dilaksanakan di Kantor Gubernur NTB. Itu untuk Kabupaten Lombok Utara (KLU), Mataram, Lobar dan provinsi. Sesuai hasil rapat yang dilakukan oleh seluruh kepala BKD beberapa kabupaten/kota tersebut. “Kalau tanggalnya masih belum ditentukan,” pungkasnya. (win/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here