Beranda Praya Metro Menteri PUPR Minta Material Risha Harus Tersedia

Menteri PUPR Minta Material Risha Harus Tersedia

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA KUNJUNGAN: Menteri PU PR mengunjungi pabrik produksi bahan material pembangunan rumah tahan gempa atau Risha di Desa Batunyala, Kecamatan Praya Tengah (Prateng), Rabu (17/10).

PRAYA — Menteri PUPR RI, Mochamad Basoeki Hadimoeljono mengunjungi pabrik produksi pembuatan bahan material rumah tahan gempa di Desa Batunyala, Kecamatan Praya Tengah Loteng, Rabu (17/10) lalu. Selain untuk meninjau pembuatan material tahan gempa oleh PT Waskita Karya sebagai rekanan BUMN tersebut. Menteri juga melihat pengerjaan jembatan dan jalan jalur dua di Kota Praya.
Menteri PUPR RI, Mochamad Basoeki Hadimoeljono menyatakan, pihaknya turun untuk melihat sejuh mana produksi bahan material yang sedang dikerjakan oleh pihak rekanan sesuai dengan intruksi dari Presiden. Pihaknya juga diminta untuk menekankan pada pihak rekanan agar mempecepat produksinya, karena pembangunan rumah Risha untuk warga yang dilanda gempa sekarang sudah mulai dikerjakan di lapangan. “Bahan material harus cepat diproduksi. Agar pembangunan rumah untuk warga korban gempa juga segera dilakukan,” ungkapnya.
Menurutnya, pembangunan rumah tahan gempa bagi warga korban gempa yang rumahnya tergolong rusak berat di wilayah Loteng maupun KLU dan di semua wilayah, sedang berjalan di lapangan. Berikut juga dengan pembangunan fasilitas umum yang rusak. “Kami ingin bahan material tidak menjadi kendala pembangunan. Sehingga produksinya harus dipercepat. Apalagi Presiden turun memeriksa sejauh mana pembangunannya,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Loteng, H Muhamad membenarkan kunjungan Menteri PUPR ke pabrik produksi pembuatan bahan material untuk rumah tahan gempa tersebut.
Ia menegaskan, kunjungan rombongan Menteri PUPR RI Mochamad Basoeki Hadimoeljono untuk meninjau pengerjaan bahan pembuatan rumah tahan gempa dan sejauh mana progres penyaluran ke lepangan. “Giat berjalan dengan aman dan lancar,” tegasnya.
Ia mengaku, rumah Risha tahap pertama yang akan dibangun bagi warga korban gempa yang tersebar wilayah Loteng mencapai 799 unit. Rumah ini memang khusus bagi warga yang rumah warga yang hasil verifikasinya rusak berat dan sudah kontrak dengan dua PT untuk bahan materialnya. “Kalau jumlah keseluruhan pembangunan RISHA itu sangat banyak. Sebab warga yang terdampak gempa itu mencapai ribuan. Belum lagi warga yang memang rumahnya rusak ringan dan sedang,” tegasnya.
Ia menyatakan, pemerintah pusat membangunkan rumah RISHA alias Rumah Instan Sederhana Sehat bagi warga korban gempa karena memang diklaim tahan gempa hingga 8 Skala Richter. RISHA ini merupakan rumah layak huni dan terjangkau yang dibangun secara bertahap berdasarkan modul. Dengan waktu yang diperlukan dalam proses pembangunan setiap modul sekitar 24 jam oleh 3 pekerja. Karena ukuran komponen mengacu pada ukuran modular maka komponennya memiliki sifat fleksibel dan efisien dalam bahan bangunan. “Semua kalangan bisa memiliki Risha karena bangunan ini bisa dijadikan rumah dan bangunan publik. Pemerintah tidak menjual rumah ini, sehingga jika warga ingin memiliki RISHA bisa menghubungi aplikator,” jelasnya. (jay/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here