Beranda Lombok Utara Legislatif Kroscek Sisa Dana Bantuan

Legislatif Kroscek Sisa Dana Bantuan

BERBAGI
Ahmad Rohadi/Radar Mandalika Ardianto

KLU —Aliran dana dan bantuan logistik dari sejumlah pihak hingga kini terus berdatangan ke Gumi Tio Tata Tunaq. Dari itu, DPRD Lombok Utara pun ingin mengetahui tentang pengelolaan bantuan tersebut, khususnya yang diterima Pemkab Lombok Utara selama ini.

Ketua Komisi I DPRD Lombok Utara, Ardianto menerangkan, dari informasi yang diterimanya, dana donasi yang masuk ke rekening Pemkab saat ini tersisa di atas Rp 1 miliar. Padahal selama ini sangat banyak bantuan yang masuk untuk warga korban gempa.
“Pak Sekban BPBD yang jelaskan. Katanya, saldo awal sekitar Rp 3 miliar tapi sekarang hanya Rp 1,2 miliar,” ujarnya usai menemui pihak BPBD, kemarin.

Dana donasi dari para dermawan ini notabene langsung masuk ke rekening Pemkab. BPBD ditunjuk sebagai pengelola uang tersebut untuk didistribusikan kepada masyarakat yang terdampak bencana melalui pembelian sembako dan lain-lain. Berdasarkan pengakuan yang didapat Ardianto, BPBD telah mengalokasikan uang guna membeli sejumlah kebutuhan. Dana itu dialokasikan untuk membeli beras, tandon air, alat pertukangan, seng, triplek bahan untuk huntara, logistik dan operasional. Hanya saja, belakangan ia mendapat kabar muncul rekening koran yang menerangkan jika dana donasi yang telah masuk ke kas pemerintah senilai Rp 7 miliar. Dari total uang tersebut pemerintah mengalokasikan kurang lebih Rp 3 miliar untuk membeli kebutuhan dan menyisakan kurang lebih Rp 4 miliar di rekening daerah. Maka itu, politisi Hanura ini pun mencoba mengklarifikasi mengenai persoalan tersebut.
“Ketika kami konfirmasi soal rekening koran itu, Pak Sekban justru membantah. Ini kita akan kroscek kembali ke Bank NTB dari sana bisa diketahui sumbernya,” jelasnya.
Lebih lanjut Ardianto mengatakan, hasil dari pada sidak yang dilakuakn akan diberikan ke Komisi III selaku teknis untuk menindaklanjuti temuan data, Komisi III diharapkan mampu mengorek informasi lebih spesifik kaitan berapa nominal secara lengkap untuk pembelian seluruh kebutuhan dari dana donasi itu.
“Nanti data ini kita berikan ke Komisi III untuk tindaklanjuti. Karena Komisi III sampai sekarang masih belum punya data ini dan bertemu dengan Kepala BPBD. Kita harap bisa ketahun berapa yang dibelanjakan untuk membeli beras, alat pertukangan, dan lain-lain,” pungkas Ardianto. (cr-dhe)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here