Beranda Headline 6 Ribu Korban Gempa Sudah Terima Uang

6 Ribu Korban Gempa Sudah Terima Uang

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA KE LOMBOK LAGI: Presiden Joko Widodo disambut Gubernur NTB, Zulkieflimansyah di Bandara Udara Internasional Lombok, siang kemarin.

Jokowi ke Lombok Hanya Ingin Memastikan

PRAYA – Presiden RI, H Joko Widodo menerangkan, kedatangannya ke Lombok untuk memastikan penyaluran bantuan kepada korban gempa berjalan sesuai diinginkan. Pasalnya, beberapa waktu lalu banyak muncul protes yang disebabkan lambannya pencairan. Belum lagi, ditambah musibah gempa bumi dan tsunami yang menerjang Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah.
“Jadi kami dianggap membiarkan. Tapi itu tidak,” tegas Jokowi dalam pertemuan khusus dengan para pemimpin redaksi media cetak dan Online di room VIP BIL, tadi malam.
Dalam penjelasan Jokowi, hasil turunnya ke Lombok, NTB terdapat 6 ribu lebih warga sudah menerima uang tabungan untuk pembangunan rumah. Kata Jokowi, sebelum dia ke Lombok di Istana bersama Gubernur NTB Zulkieflimansyah dan Menteri PUPR melakukan rapat. Dalam laporannya, gubernur menyampaikan kondisi di lapangan. Yang paling harus segera direspons soal ruwetnya prosedur pencairan dana. Hasil rapat diputuskan dari tujuh prosedur menjadi satu.
“Yang satu prosedur juga tidak mudah ternyata. Dan saya ke sini ingin memastikan saja,” tegasnya.
Jokowi menjelaskan, dalam kunjungannya ke Lombok Timur. Di sana ada 210 kelompok masyarakat (Pokmas), dan terdapat 177 warga yang sudah memilik rekening. Sementara yang sudah terisi 140 rekening milik warga. Dalam penyaluran uang negara yang cukup besar ini, Jokowi meminta kepada media untuk ikut mengawasi, mengevaluasi bantuan kepada warga. Hitungan pemerintah, ada sekitar 190 ribu rumah rusak di Lombok, NTB.
“Uang cukup besar, triliunan. Sehingga dibentuk Pokmas,” jelas dia.
Dampak musibah gempa bumi di Lombok, NTB. Ratusan fasilitas publik rusak, 61 puskesmas dan rumah sakit rusak, 12 pasar. Untuk mengatasi ini semua, Jokowi memperkirakan bisa diatasi enam bulan sampai 1 tahun.
“Saya sampaikan ke pak gubernur dan ibu wagub, bahwa ini tugas kita bersama,” tutur Jokowi.
Dalam rangak rehabilitasi dan rekonstruksi akan menggunakan pola yang pernah dilakukan saat musibah menimpa Aceh, Jogja, bahkan Padang. Jokowi menambahkan, awalnya dalam pembangunan rumah bahkan bangunan rusak menggunakan pejabat pembuat komitmen (PPK), namun tidak dilakukan. Sebab, PPK mengaku takut. Dampaknya, satu PPK kini masuk penjara.
“Iya, masalahnya di prosedur ini,” bebernya.
Kedepan, Jokowi akan terus mengawasi perkembangan di Lombok, NTB. Jika langkah ini dianggap berjalan bagus, maka pemerintah akan menerapkan juga di Kota Palu, Sulawesi Tengah.
Di tempat yang sama, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menambahkan, saat ini beberapa pembangunan rumah warga, fasilitas umum bahkan sekolah sudah ada yang tuntas dibangun dan diperbaiki.
“RSU Kota Mataram dan beberapa madrasah sudah siap ditempati,” katanya.
Dalam pembangunan rumah misalnya, membutuhkan waktu dengan pola Risha kurang lebih tujuh hari, ada juga yang empat hari sudah beratap. “Cukup cepat dibangun,” tuturnya. (r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here