Beranda Praya Metro Tujuh Proyek Besar Dalam Proses Tender

Tujuh Proyek Besar Dalam Proses Tender

BERBAGI
JAYADI/RADAR MANDALIKA Helmi Qazwaini

PRAYA — Kepala Bagian (Kabag) Lembaga Pengadaan Barang dan Jasa Secara Elektronik (LPSE) di Setda Loteng, Helmi Qazwaini menyampaikan, terdapat tujuh proyek sumber APBD-Perubahan tahun ini, dalam proses tender.
Dari tujuh proyek itu, ada tiga di SKPD dengan anggaran cukup besar. Yakni, lima paket pembangunan jalan hotmix di Dinas PUPR, satu paket pengadaan terop di Dinas Perindusterian dan Perdagangan (Disperindag ), dan satu unit paket pengadaan sapi lanjutan di Dinas Pertanian.
Helmi Qazwaini menerangkan, di APBD-perubahan tahun ini, pihaknya dari LPSE sedang melaksanakan proses tender tujuh paket besar melalui tiga dinas tersebut. Dan dalam tender yang sedang dilakukan ini, sekitar 50 perusahaan di masing –masing item yang mengambil bagian untuk mengikuti perose tender.
“Memang anggaran perubahan hanya beberapa item proyek yang disetujui. Dan semua proyek ini sedang dalam tahap tender. Terkeculi proyek pengadaan sapi di Dinas Pertanian,” bebernya.
Dia menjelaskan, untuk item proyek yang sedang teder itu di Dinas PUPR berupa, pembangunan jalan hotmix ruas Pelambek-Tuduh dengan anggaran Rp 1,3 miliar dengan panjang jalan 1 kilometer (km). Pembangunan jalan ruas Pelambek-Selanglet dengan pagu anggaran Rp 1,2 miliar dengan panjang 1 km, jalan ruas Pengendong-Pengembok dengan pagu anggaran Rp 1,6 miliar dengan panjang 1,5 km, Gerantung-Bual anggaran Rp 1,2 miliar dengan panjang 1 km dan satu unit peningkatan jembatan Manhal dengan pagu Rp 400 juta.
“Semua proyek jalan itu anggaran rata-rata di atas 1 miliar,” tuturnya.
Sedangkan untuk proyek pengadaan terop di Disperindag pagu anggarannya Rp 1,1 miliar. Dan untuk pengadaan sapi jumlah anggarannya sebesar Rp 1 miliar lebih. Namun untuk proyek pengadaan sapi masih belum bisa di tender karena pihak dinas belum melakukan entri terhadap spesifikasi berat dan kisaran harga satuan barangnya. Sehingga agar pengadaan sapi itu bisa segera tender, pihak dinas terkait harus segera melakukan entri data terkait spesifikasi berat dan kisaran harga satuan barangnya.
“Kami juga sudah meminta dengan bersurat kepada dinas terkait untuk melengkapinya,” ujarnya.
Dia menegaskan, setelah adanya pemenang dalam proses tender nantinya, rencananya tanggal 7 November mendatang pihak rekanan pemenang tender dipastikan sudah bisa melakukan penandatanganan kontrak kerja. Sehingga, mereka bisa bekerja sesuai dengan kontrak yang sudah didatangani sekitar 40 hari kalender.
“Saya yakin waktunya cukup untuk menyelesaikan semua proyek,” yakin dia.
Untuk pengadaan sapi sendiri pihak rekanan diberikan waktu untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut selama 30 hari kalender nantinya. “Kami perkirakan sebelum akhir tahun semua bisa tuntas,” harapnya. (jay/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here