Beranda Lombok Timur Tiga Raperda Dilanjutkan Awal Tahun

Tiga Raperda Dilanjutkan Awal Tahun

BERBAGI
MUHAMAD RIFA’I / RADAR MANDALIKA Raden Rahadian Soedono

LOTIM – Pembahasan revisi tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Timur (Lotim) mandek. Tiga revisi Perda yang mandek itu adalah, Raperda tentang Zakat, Raperda Perlindungan Produk Lokal dan Raperda Pendirian Pasar Modern. Tiga Raperda itu, akan dibuka kembali awal tahun anggaran 2019 mendatang.

Ketua DPRD Lotim, Raden Rahadian Soedjono kepada Radar Mandalika, kemarin mengatakan, tiga Raperda yang mandek ini, merupakan perda inisiatif dewan. Ada beberapa kendala dialami sehingga paripurna dilanjutkan awal tahun anggaran. Alasan lain, dalam satu masa sidang berbeda sehingga tidak boleh Raperda itu dilanjutkan kembali.
“Insya Allah, sudah kita agendakan dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda), untuk dibahas kembali awal tahun anggaran 2019,” kata Raden.
Ia mengungkapkan, pembahasan perda harus ada kata sepakat antara eksekutif dengan legislatif. Terutama, Raperda inisiatif dewan. Satu contoh revisi Perda Zakat, karena tidak menuai sepakat terutama pada pembahasan nama kelembagaan, sehingga proses revisi Perda itu menjadi alot dan berakhir mandek. Raperda Zakat juga tidak boleh bertentangan dengan peraturan di atasnya.
“Revisi Perda Zakat ini, hanya terganjal kesepakatan status kelembagaan. Eksekutif inginkan tetap status Bazda, sedangkan aturannya harus Baznas Daerah,” terangnya.
Berbeda dengan Raperda tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa, merupakan kewenangan eksekutif. Namun sampai hari ini, Raperda Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa itu, belum masuk ke Prompemperda. Kemungkinan, akan masuk dalam Propemperda 2019 mendatang.
“Insya Allah, ada 4 Propemperda dewan akan masuk dalam Propemperda 2019,” sebutnya. (fa’i/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here