Beranda Headline Hina Ketua LSM, Oknum Guru Jalani Sidang

Hina Ketua LSM, Oknum Guru Jalani Sidang

BERBAGI
DIKI WAHYUDI/RADAR MANDALIKA MINTA MAAF: Terdakwa inisial BI saat bersalaman dengan Hamzan Wadi, kemarin.

PRAYA – Seorang oknum guru SD di Kecamatan Praya Timur, Loteng inisial, BI 33 tahun warga Desa Sengkerang mulai menjalani proses sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Praya, kemarin. Adapun perkaranya, melakukan penghinaan ringan kepada Ketua LSM forum silaturrahmi untuk advokasi petani dan petani tembakau (Forsuadsipt) Hamzan Wadi.
Sidang kemarin dengan agenda keterangan saksi, sebelumnya penuntut umum dari penyidik Polres Loteng membacakan kronologis kasus ini. Dimana tanggal 23 Januari 2018, terdakwa bersama rekannya datang ke rumah Hamzan Wadi sebagai pelapor. Saat ke rumah Hamzan, BI berteriak dan menyebut Hamzan dengan perkataan kotor. Dari situ, Hamzan pun melaporkan kasus ini karena tidak etikad baik BI untuk minta maaf.
Dalam keterangan Hamzan di depan majelis hakim, kasus ini muncul buntut dari kasus pencurian leptop yang pemiliknya BI. Ada dua pelaku, salah satunya keluarga Hamzan. Di tengah proses hukum berjalan di Polsek Pratim, Hamzan pun berupaya memberikan bantuan hukum kepada si keluarganya. Sebab, Hamzan melakukan pembelaan karena memang diduga ada intimidasi dilakukan pihak BI.
“Saya rasa dari sini buntut masalahnya. Dan kami ini adalah keluarga,” tegasnya.
Dalam keterangan Hamzan, ia mengaku ada sekitar 40 orang pihak dari BI datang ke rumahnya. Cuma hanya BI yang mengeluarkan kata kotor. “Itu yang saya jelaskan yang mulia,” tuturnya.
“Saya melakukan ini agar ada efek jera. Dulu juga pernah terjadi,” bebernya lagi.
Dalam keterangan Hamzan, hadir juga isteri Hamzan dan saksi lainnya satu orang. Dua saksi lainnya membenarkan semua penyampaian Hamzan dalam persidangan. “Yang ucapkan kata kotor itu saya tidak dengar,” kata saksi Gafur.
Sementara terdakwa BI tetap keras dan tidak membenarkan kronologis dan pengakuan Hamzan. Ia menegaskan, tidak pernah mengeluarkan kata-kata kotor. “Saya sebagai manusia pastinya khilaf, tapi saya tidak pernah bilang begitu,” bantahnya.
Sementara, saksi yang dihadirkan BI tidak menguatkan dalam memberikan keterangan. Sebab, tidak ada saat kejadian. (r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here