Beranda Headline Gubernur Perintah Langsung Kerja Keras

Gubernur Perintah Langsung Kerja Keras

BERBAGI
HUMAS PROVINSI FOR RADAR MANDALIKA MELANTIK: Gubernur NTB, Zulkieflimansyah saat melantik dan mengambil sumpah jabatan empat pejabat tinggi pratama, kemarin di Mataram.

MATARAM – Gubernur NTB, Zulkieflimansyah melantik empat pejabat Pimpinan Tinggi Pratama lingkup pemerintah provinsi NTB, termasuk di dalamnya Manggaukang Raba sebagai Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah, kemarin.

Keempat pejabat yang dilantik itu, Nurhandini Eka Dewi menjadi Kepala Dinas Kesehatan, Imhal dilantik menjadi Kepala dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana, Manggaukang Raba.
Gubernur menyampaikan, pelantikan dinilai sangat perlu untuk segera dilakukan, atas kondisi NTB saat ini yang berbeda dari kondisi biasanya. Apalagi tiga area itu sangat dibutuhkan pasca bencana melanda Lombok dan Sumbawa. Zul meminta yang dilantik agar bisa cepat bekerja semaksimal mungkin mendistribusiakn apa saja yang dibutuhkan masyarakat NTB.

”Pasca musibah gempa bumi yang melanda Lombok-Sumbawa, butuh kerja keras dan cepat dari seluruh kepala OPD tanpa terkecuali,” katanya.

Kepala OPD yang dilantik diperintahkan langsung oleh Gubernur untuk mulai bekerja keras. Seperti Dinas Kesehatan dan Dinas Pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak yang akan paling banyak berurusan dengan perempuan dan anak yang terdampak di lapangan. Demikian juga kepala dinas perpustakaan yang diharap Gubernur dapat segera bergerak memberi layanan seperti trauma healing kepada anak-anak.

“Jadi bentuk hiburan bagi anak anak korban gempa bukan hanya berupa nyanyi-nyanyi saja, tapi datangi semua tempat, distribusikan buku yang menarik, supaya anak kita punya cerita lain di balik musibah ini,” perintah Gubernur.

Sementara itu, Solidaritas Masyarakat untuk Transparansi (SOMASI) NTB mempertanyakan komitmen gubernur baru dalam memberantas korupsi di NTB. Sekretaris Somasi NTB, Johan Rahmatullah mengatakan dengan dilantiknya Manggaukang Raba terkesan gubernur baru tidak ingin melakukan penghapusan tindak korupsi bahkan terkesan mendukung. Meski Manggaukang kata dia masih bersatus saksi sesuai fakta persidangan, namun dalam beberpa materi persidangan banyak menyebutkan bahwa ia juga diduga ikut menikmati uang BPR.

“Kami perlu pertanyakan keseriusan gubernur baru ini,” kata Johan.

Johan membeberkan alasannya dimana Manggaukang Raba sudah disebut-sebut dalam persidangan kasus Merger PT BPR NTB sebagai orang yang paling berperan mengatur yang mengarah kedua terpidana untuk melakukan segala tindakan tersebut. Dan ini secara azas kepatutan sebetulnya tidak pantas atau tidak patut untuk menempati posisi tersebut. Harusnya Gubernur bisa mempertimbangkan itu semua dan mendengar aspirasi masyarakat.
“ Kami sangat sayangkan sekali,” pungkasnya. (cr-jho/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here