Beranda Headline Uang untuk Korban Gempa Cair

Uang untuk Korban Gempa Cair

BERBAGI
JHONI SUTANGGA/RADAR MANDALIKA Zulkieflimansyah

MATARAM – Gubernur NTB, Zulkieflimansyah memastikan proses pencairan uang stimulan kepada korban gempa bumi sudah bisa dilakukan hari ini. Hal ini dilihat dari sejumlah berkas yang sebelumnya mencapai 17 lembar kini hanya satu lembar saja.
Zul menjelaskan, proses pencairan bisa dilakukan hanya dengan tandatangan ketua Kelompok Masyarakat (Pokmas) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam hal ini, dari BNPB. Untuk itu, dipastikan sebanyak 1.000 rekening yang di dalamnya sudah ada uang korban untuk pembangunan rumah sudah bisa dicairkan. Seperti diketahui, dana stimulan bagi kritei Rusak Berat (RB) 50 juta, Rusak Ringan (RR) 25 Juta dan Rusak Sedang (RS) 10 juta.
“Kemarin itu kenapa ribet bukan karena mau dipersulit, tetapi itu sikap kehati hatian. Tetapi sekarang dari berkas 17 lembar, sekarang hanya satu lembar,” kata Zul kepada media, kemarin.
Zul memastikan, efisiensi persyaratan pencairan ini tidak akan ada masalah. Sebab hal itu dilakukan konslutasi bersama Badan Pemeriksa Keuangan Pemerintah (BPKP) untuk itu bagi korban gempa agar dipersilahkan mencairkan uangnya melalui ketua Pokmas. Untuk PKK sendiri akan ngetem di seluruh kantor BRI, sehingga hal itu akan semakin memudahkan mereka melalukan pencairan.
“Besok PPK ada di semua kantor BRI. Mulai hari ini (kemarin) juga sudah bisa dicairkan,” kata Zul tegas.
Zul menyampaikan, soal model banguna rumah yang akan dibangun korban itu tidak penting. Asalakan bisa terbangun tempat tinggal mereka sesuai dengan tujuan uang stimulan dari pemerintah tersebut.
Dalam rapat yang memfokuskan pada proses penyederhanaan pencairan dana rekonstruksi dan rehabilitasi korban gempa di NTB ini, Zul menekankan untuk menjaga kepercayaan masyarakat. Jangan sampai pemerintah dikira berbohong, karena sampai saat ini dana belum juga dicairkan, untuk itulah presiden telah menyederhanakan proses pencairan menjadi hanya satu halaman saja, hanya perlu ditandatangani oleh ketua Pokmas dan PPK.

Gubernur juga meminta sebelum presiden datang, sekitar 7000 rekening masyarakat yang ada di Bank BRI sudah bisa dicairkan. Karena selain untuk memastikan pencairan dana rehabilitasi dan rekonstruksi, Presiden juga akan menyerahkan 4.000 beasiswa bagi masyarakat di NTB.

“Saya harap Pokmas dan PPK bisa tandatangan besok dan Kamis sudah cair, sehingga masyarakat tidak ada kecurigaan terkait permasalahan bantuan gempa,” tandasnya.

Kepada Bupati/Walikota terdampak untuk berkoordinasi dengan pihak terkait, seperti TNI, POLRI, BNPB dan pihak lainya agar dapat membantu proses percepatan pencairan tersebut. Namun harus tetap memperhatikan kaidah teknis dan administrasi yang tertib, untuk akuntabilitas pelaporan pelaksanaan dana rehabilitasi dan rekonstruksi gempa di Lombok dan Sumbawa.

“Mari kita bergerak bersama-sama agar pemerintah pusat melihat kita serius bekerja dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi di NTB ini,” serunya.

Sementara itu, Deputi Bidang Rehabilitasiu dan Rekonstruksi BNPB, Harmensyah menegaskan pertanggal 12 Oktober kemarin, dana tersedia di BNPB untuk rekonstuski NTB kurang lebih 1 triliun yang siap dialokasikan untuk 44 ribu rumah terdampak gempa di NTB. Namun dana itu bisa dicairkan dengan sayarat tandatangan ketua Pokmas. Meski dana itu telah tersedia kata dia, hingga saat ini masyarakat penerima bantuan yang sudah membentuk Pokmas baru sekitar 7.861 orang atau mewakili 7.861 rumah yang siap dibangun. Dana itu kata dia, sudah disalurkan ke rekening tinggal proses pencairkan memang harus melalui Pokmas.
“Untuk proses pencairan dan lainnya memeng menjadi hal penting dalam rapat tadi itu. Artinya sekarang ini masyarakat bisa mencairikan uang dari rekening hanya dengan selembar surat,” pungkasnya. (cr-jho/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here