Beranda Lombok Timur PUPR Didesak Gesit Tuntaskan Verifikasi dan Validasi

PUPR Didesak Gesit Tuntaskan Verifikasi dan Validasi

BERBAGI
IST / RADAR MANDALIKA RAKOR: Bupati Lotim HM Sukiman Azmy, saat memimpin Rakor meminta Dinas PUPR segera menuntaskan verifikasi dan validasi bangunan rusak terkena dampak gempa, kemarin.

LOTIM – Bupati Lombok Timur (Lotim), HM Sukiman Azmy memimpin langsung Rapat Koordinasi (Rakor) sinkronisasi, validasi dan finalisasi data menjelang realisasi anggaran pembangunan Hunian Tetap (Huntap) korban gempa. Rakor itu sekaligus mendesak Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), gesit dalam percepatan penyelesaian verifikasi dan validasi rumah warga, yang rusak karena gempa. Diingatkannya, verifikasi tidak terjadi tumpang tindih, sehingga warga tidak ada yang protes.
“Hati-hati dalam mendata, verifikasi dan validasi. Jangan sampai ada masalah muncul di kemudian hari,” tegas Bupati saat memimpin Rakor di kantor Camat Pringgabaya, kemarin.
Masalah yang masih ada di Kecamatan Pringgabaya, hingga kini masih banyak masyarakat tinggal di tenda. “Tolong, pak Camat tolong imbau warga yang masih mengungsi, agar segera meninggalkan tenda dan kembali ke rumah masing-masing,”pinta Sukiman.
Pelaksana Tugas (Plt) Camat Pringgabaya, Masfu mengungkapkan, sesuai data diperoleh dari Dinas PUPR, hasil verifikasi di Kecamatan Pringgabaya per 15 Oktober lalu, sudah berjumlah 4.028 unit rumah. Dari jumlah itu, 1.081 unit bangunan rumah rusak berat, 480 unit rusak sedang dan 2.467 unit rusak ringan, yang tersebar di 14 desa. “Dari 15 Desa yang ada di wilayah kami, belum seluruhnya terverifikasi,” ucap Masfu.
Di hadapan Bupati Lotim, Kadis PUPR, Toni Satria Wiabawa berjanji akan mempercepat penyelesaian pekerjaan verifikasi dan validasi bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa . Langkah diambil Toni, membagi tim di lapangan. Target per 20 Oktober mendatang, tuntas di seluruh kecamatan terdampak. “Yang sudah rampung, validasi Kecamatan Sembalun dan Sambelia. Saat ini, kami konsen Kecamatan Pringgabaya, baru menyusul kecamatan lainnya,” jelas Toni.
Lanjut dia, sampai dengan SK ke-30 yang diterbitkan, telah diverifikasi sebanyak 22.449 unit. Jumlah itu, terdiri dari 6.955 rusak berat, 2.661 rusak sedang dan 12.833 rusak ringan. data ini termasuk 276 fasilitas umum (Fasum). “Kami berusaha maksimal, agar verifikasi dan validasi jumlah kerusakan, segera tuntas,” terangnya.
Terpisah, Kabag Humas dan Protokol Setda Lotim, Ahmad Subhan mengutip pengakuan pimpinan cabang BRI Selong. Yakni, transfer dana stimulan pembangunan Huntap yang sudah masuk sebesar Rp 300,2 miliar. Tahap pertama masuk sebesar Rp 148,6 miliar dan tahap kedua Rp 151,6 miliar. “Proses pemberian bantuan dan pencairan dana stimulan bagi korban gempa cukup rumit. Agar cepat, proses cukup rumit itu disederhanakan oleh pemerintah. Yang terpenting, rumah dibangun tahan gempa dan pengelolaan akuntabel,” imbuhnya yang optimistis pembangunan Huntap selesai sesuai target. (fa’i/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here