Beranda Lombok Timur Pembangunan Infrastruktur Pariwisata Harus Dikaji

Pembangunan Infrastruktur Pariwisata Harus Dikaji

BERBAGI
MUHAMAD RIFA’I / RADAR MANDALIKA Raden Rahadian Soedono

LOTIM – Konsep besar Bupati Lombok Timur (Lotim) untuk membangun pariwisata daerah ini, disambut baik Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lotim. Terlebih, tahun 2019 mendatang pemerintah ingin membangun infrastruktur jalan di wilayah selatan. Namun menurut dewan, konsep besar itu harus melalui kajian mendalam. Selain apakah konsep tersebut, sudah masuk dalam susunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) atau tidak.

Ketua DPRD Lotim, Raden Rahadian Soedjono kepada Radar Mandalika, di kantornya mengatakan, terdapat waktu tiga bulan eksekutif menyusun RPJMD, untuk dibahas bersama dengan dewan. Apakah konsep-konsep besar pembangunan pariwisata itu, masuk dalam RPJMD atau tidak. Karena menurutnya, boleh saja Bupati berencana, tetapi harus melalui kajian mendalam.
Alasannya, anggaran yang dibutuhkan cukup besar. Apakah pembangunan infrastruktur jalan pariwisata, dan lainnya ini menggunakan penganggaran multyers, penganggaran tahun jamak, atau hutang. Sehingga tidak membebani APBD, konsep pembangunan berjalan baik, dan tidak mengganggu pembangunan yang lain.
Jika menggunakan hutang, bagaimana sistem penyelenggaraan, dampak terhadap APBD dan sebagainya. Termasuk melihat ada tidaknya hubungan dengan pembangunan lain, sehingga tidak merugikan APBD secara keseluruhan. “RPJMD yang dibuat, harus sesuai dengan RPJMD provinsi dan RPJMN. Termasuk talian-talian perencanaan harus jelas, sehingga segala pembangunan terukur,” terangnya.
Lanjut Raden, publik sudah tahu Lotim memiliki segalanya. Termasuk punya ikon alam yang membutuhkan infrastruktur penunjang. Kebutuhan akan infrastruktur jalan, sangat dipahami dewan. Wakil rakyat sangat terbuka dengan keinginan Bupati ini.
Selain membangun infrastruktur jalan, juga harus disiapkan konsep pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Melakukan pembinaan terhadap Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), yang selama ini menjadi garda terdepan di tengah masyarakat. “Okelah infrastruktur jalan diutamakan. Tapi konsep pembangunan SDM jangan sampai lupa,” pungkas Raden yang kini sedang berjuang menjadi anggota dewan di Udayana. (fa’i/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here