Beranda Lombok Utara Lombok Utara Ditarget Nol Blank Spot 2020

Lombok Utara Ditarget Nol Blank Spot 2020

BERBAGI

KLU —Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Lombok Utara memastikan pada tahun 2020 mendatang kawasan yang masih alami blank spot sudah bisa tertangani dengan pembangunan menara Base Transceiver Station (BTS) untuk menerima jaringan provider. Sehingga nantinya, di Lombok Utara tidak ada lagi ditemukan wilayah blank spot.
“Ini menjadi program Kementerian Komunikasi untuk menuntaskan persoalan wilayah yang alami blank spot ini,” ujar Kadis Komunikasi Lombok Utara, Kawit Sasmita, kemarin.
Untuk saat ini kata Kawit di Lombok Utara ada sebanyak 10 titik wilayah yang masih alami nol sinyal provider atau blank spot. Titik wilayah ini sebagian besar berada di wilayah titik perbukitan yang menjadi lokasi tempat tinggal sebagian warga Lombok Utara. Oleh karena itu nantinya wilayah-wilayah itu akan menjadi perhatian.
Dimana pada tahun ini Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI) yang merupakan sebuah lembaga yang dibentuk oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) telah memberikan bantuan untuk pembangunan menara BTS kepada dua titik wilayah yang alami blank spot di Lombok Utara, diantaranya di Desa Tenaga dan Desa Tegal Maja. Pembangunan dua menara BTS kepada dua desa itu saat ini sedang dalam proses pengerjaan dan pemasangan meantenennya.
“November nanti menara itu sudah mulai operasi, khususnya untuk jaringan telekomunikasi XL Axiata,” bebernya.
Dua desa ini kata Kawit memiliki penduduknya yang cukup padat. Sehingga kebutuhan komunikasi tentu sangat tinggi, dengan menimbang itu sehingga diprioritaskan terlebih dahulu dua desa tersebut. Dimana menara BTS yang dibangunkan ini bisa menjangkau jarak jaringan hingga 2 kilometer dari titik menara.
Pembangunaan menara BTS ini lanjutnya, akan terus berjalan. Tahun depan, program pembangunan BTS akan dibangun di titik lainnya. Jika tidak bisa memenuhi kebutuhan 10 titik wilayah yang masih alami blank spot, pihaknya akan berupaya dengan menggandeng para provider telekomunikasi untuk bisa mendirikan menara sederhana sebagai penunjang terlayaninya jaringan telekomunikasi.
“Kita sudah usulkan ke pusat titik wilayah yang alami blank spot untuk bisa ditangani ke depan,” pungkasnya. (cr-dhe)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here