Beranda Headline Satwa Lombok Elephant Park pun Ikut Setres

Satwa Lombok Elephant Park pun Ikut Setres

BERBAGI
Ahmad Rohadi/Radar Mandalika TEMPAT WISATA: Gajah yang berada di LEP kini mulai beraktifitas normal untuk menyambut tamu yang berkunjung.

KLU —Tidak hanya manusia saja yang mengalami trauma akibat guncangan gempa beberapa waktu lalu. Sejumlah satwa yang berada di Lombok Elephant Park (LEP), di Dusun Tembobor Desa Sigar Penjalin juga nampaknya mengalami hal serupa.

Owner LEP, I Ketut Suadika menyampaikan, kondisi satwa saat bencana terjadi memang cukup memberikan reaksi keras terhadap sejumlah satwa. Bahkan, malam sesaat diguncang gempa, beberapa satwa seperti burung, sebagian lepas dari kandang. Namun selang beberapa hari, mereka kembali ke tempatnya masing-masing. Sama halnya dengan gajah. Mereka sering mengaum, seolah ketakutan.
“Mungkin sama seperti kita, kaget. Tapi itu cuma sebentar, setelahnya normal lagi,” ungkapnya.
Menurutnya, di saat seluruh karyawan sibuk menyelamatkan diri berlari menuju lokasi tinggi, dirinya pun bersama istri langsung mendekat ke arah kandang dan memilih diam untuk memastikan keselamatan 195 satwa dengan 52 spesies yang ada dalam keadaan baik.
“Bayu (nama gajah) juga sempat tidak mau tidur saat itu,” ujarnya.
Persoalan gempa yang menimpa beberapa waktu lalu juga membuat dirinya merasa khawatir akan kebutuhan makanan para satwa karena selama beberapa minggu perekonomian sempat lumpuh. Sehingga pihaknya kesulitan untuk membeli bahan makanan satwa. Untung saja, setelah dua hari bertahan dengan stok makanan seadanya, satwa-satwa ini mendapat bantuan dari berbagai lembaga. Seperti Taman Safari, Perkumpulan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI) dan Gembira Loka Zoo Yogyakarta.
“Banyak yang langsung nge-camp. Mereka sampai tiga minggu stay. Kami buat berbagai divisi ada yang perhatikan makannya, kesehatan dan lain-lain. Meraka langsung bantu kirim berton-ton untuk makanan hewan saja,” jelasnya.
Kondisi kebun binatang pertama di NTB bahkan di Indonesia bagian timur ini, bukannya tak kena imbas gempa bumi. Sejumlah bangunan terpantau retak akibat guncangan. Kala itu, lanjut eks Direktur Ombak Group ini, operasional LEP sampai ditutup selama 1 bulan. Setelah perbaikan di sana-sini terlaksana ia pun kembali membuka usahanya untuk umum.
“Hewan juga butuh trauma healing. Makanya kami langsung isolasi, diajak bermain dan beri perhatian ekstra. Karena di sini kebanyakan tidak ada bangunan gedung maka aman saja buat hewan. Tapi ada sih beberapa yang rusak dan kita sudah perbaiki,” bebernya.
Saat ini, LEP sudah dibuka lagi dengan diskon tiket sebesar Rp 50 ribu bagi orang dewasa dan Rp 40 ribu khusus anak-anak. Syaratnya warga yang ingin berkunjung hanya menunjukkan identitas bahwa mereka adalah warga Lombok.
“Tujuannya agar masyarakat trauma healing kita jual murah. Karena pas normal harga tiket Rp 200 ribu untuk dewasa dan anak-anak Rp 150 ribu,” pungkasnya. (cr-dhe)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here