Beranda Mataram BKD Katagori Merah Realisasi Anggaran

BKD Katagori Merah Realisasi Anggaran

BERBAGI

MATARAM – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram menjadi satu-satunya OPD yang masuk katagori hijau, dalam penggunaan anggaran sampai dengan trimester ketiga pelaksanaan APBD Kota Mataram tahun 2018. Sementara Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram menjadi satu-satunya OPD yang masuk katagori merah.
Dikatakan Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang, dari tiga kategori merah, kuning, dan hijau, DP3A Kota Mataram dinyatakan telah berhasil mencapai realisasi fisik dan keuangan di atas 80 persen. Sementara BKD Kota Mataram masih berada dalam katagori merah dengan capaian realisasi fisik dan keuangan di bawah 40 persen. Kemudian 47 OPD lain berada dalam katagori kuning dengan capaian bervariasi antara 40-80 persen.
Secara keseluruhan, diakui Martawang, realisasi fisik dan keuangan pelaksanaan APBD sampai dengan tanggal 14 Oktober 2018 belum mencapai target yang ditetapkan sebelumnya. Yakni sampai dengan bulan Oktober ditetapkan sebesar 86,67 persen. Sedangkan realisasi fisik baru 62,53 persen dan realisasi keuangan baru 59,31 persen.
Meski capaiannya belum terlalu baik lanjut Martawang, dapat dimaklumi. Mengingat banyaknya kegiatan yang belum dapat dilaksanakan karena adanya bencana gempa bumi berkepanjangan yang menimpa Kota Mataram sepanjang bulan Agustus 2018. Namun demikian dipastikan Martawang, Pemerintah Kota Mataram akan berupaya untuk mempercepat realisasi dengan terus menggenjot program kerja yang masih mengalami penundaan. “Dalam percepatan yang akan dilakukan nanti, diharapkan tidak ada dilaksanakan dalam posisi tergesa-gesa di akhir tahun. Harus tetap memperhatikan kualitas dan juga dilaksanakan secara prosedural,” tegasnya.
Menanggapi hasil evaluasi yang menyatakan BKD Kota Mataram masuk katagori merah atau dengan capaian dibawah 40 persen, Kepala BKD Kota Mataram H. Syakirin Hukmi menyampaikan, terdapat dua kendala dominan yang dihadapi OPD yang dipimpinnya untuk memperoleh capaian lebih tinggi. Salah satu yang paling dominan adalah terkait pembelian atau pengadaan tanah. Di antaranya untuk pengadaan lahan parkir RSUD Kota Mataram dan pembangunan perumahan nelayan. Meski lahan yang akan dibebaskan tampaknya tidak terlalu banyak, namun Syakirin mengingatkan bahwa jumlah anggaran yang dibutuhkan cukup besar. “Oktober ini akan kita selesaikan,” janjinya.
Dalam pengadaan tanah, kata Syakirin, tidak bisa dilakukan secara terburu-buru karena harus melalui persetujuan banyak pihak. Seperti halnya untuk pembelian tanah wakaf yang prosesnya panjang, karena harus mendapat izin terlebih dahulu dari Menteri Agama. Belum lagi bila masih ada masyarakat yang belum setuju.
Sedangkan kendala dominan yang kedua yang dihadapi BKD Kota Mataram untuk memperoleh capaian sesuai target adalah terkait dengan belanja tidak langsung. “Ini terkait dengan hibah bansos yang tidak mudah untuk direalisasikan,” ucapnya. (rin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here