Beranda Headline Bangga Jadi Warga Tastura

Bangga Jadi Warga Tastura

BERBAGI
JAY/RADAR MANDALIKA PERINGATAN: Bupati Suhaili bersama sejumlah pejabat melepas burung merpati dalam agenda HUT Loteng ke-73, kemarin.

FKD-PPDI Apresiasi Kinerja Pemkab Loteng

PRAYA —Forum Kepala Desa (FKD) dan Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Lombok Tengah mengapreasi kinerja Pemkab dalam bersinergi membangun desa. Sebab dalam beberapa tahun terakhir, FKD maupun PPDI menilai bahwa Pemkab sudah serius menggarap kesejahteraan masyarakat, khususnya di desa.
Ketua FKD Loteng, Sahim mengungkapkan, pemerintahan di era Bupati Suhaili selama ini sudah membawa banyak perubahan di Gumi Tatas Tuhu Trasna, terlebih di periode kedua kali ini. Tidak hanya infrastruktur, namun di segala sektor pembangunan. Baik ekonomi, sosial, budaya dan pendidikan. Hal inipun menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi Sahim selaku tokoh masyarakat Loteng. Hanya saja, memang masih perlu ada perbaikan di beberapa sektor lainnya, seperti infrastruktur jalan. Yang mana diketahui saat ini masih banyak jalan penghubung antar desa yang belum bisa disentuh hotmix. Ini dikarenakan perubahan status belum menjadi jalan kabupaten. Padahal dari segi azas manfaatnya, hal ini merupakan skala prioritas dan sangat mendesak untuk diperbaiki.
“Ini jadi PR besar Pak Bupati di akhir masa jabatannya. Semoga jalan-jalan ini bisa direalisasikan di masa mendatang,” harapnya.
Sementara itu, Ketua PPDI Loteng, Mariono menambahkan, di usianya ke-73 ini, ia melihat arah kebijakan pemerintah kabupaten sudah on the track (tepat), yakni kebijakan pembangunannya menyasar semua elemen masyarakat. Sebagai contoh, mulai tahun ini kader posyandu, marbot, guru ngaji hingga pekasih sudah dialokasikan dana untuk insentifnya. Hal ini pun membuatnya patut berbangga.
Namun demikian, ia melihat ada satu program lama yang sudah lama hilang dan dihilangkan oleh Pemkab. Program itu yakni program santunan kematian bagi warga. Dulu kata dia, di awal kepemimpinan Maik Meres, santunan kematian ini sempat dialoaksikan dari APBD. Per orang yang meninggal mendapat santunan sebesar Rp 500 ribu.
“Ini mungkin jadi harapan kami. Tapi secara umum, kami sangat bangga menjadi warga Tastura,” pungkasnya. (tar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here