Beranda Headline Perjuangan Rio, Warga Miskin Penderita Pneumonia

Perjuangan Rio, Warga Miskin Penderita Pneumonia

BERBAGI
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA PERAWATAN: Murni saat menjaga buah hatinya di ruang ICU RSUD Tripat, kemarin.

Ayah Hanya Buruh Bangunan, Bingung Cari Biaya Perawatan

Penyakit Pneumonia menyerang Muhammad Rio Agustino. Keterbatasan ekonomi membuat keluarganya harus putar otak untuk membiayai pengobatan bayi berumur dua bulan itu.
WINDY DHARMA-LOBAR
MURNI hanya bisa terpaku memandangani kondisi bayi mungilnya yang terbaring di ruang ICU RSUD Tripat, kemarin. Ia tak menyangka bayi pertamanya yang baru dilahirkan dua bulan lalu, terbaring lemah dengan selang oksigen menempel di hidungnya.
Selama 15 hari, Murni bersama sang suami Muhammad Sukriawan bergantian menjaga anak pertamanya itu. Bayi malang asal Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong itu divonis mengidap penyakit Pneumonia atau radang paru-paru.
Sedikit cerita diungkapkan Sukriawan ketika anaknya terserang penyakit itu. Beberapa pekan lalu, ia begitu kaget saat melihat bayi mungilnya itu tiba-tiba kejang-kejang.
Merasa khawatir, pria 22 tahun ini langung membawa bayinya ke Puskesmas Sekotong. “Dari sana dibilang untuk dirujuk ke rumah sakit, karena alatnya tidak ada. Makanya kita langsung bawa ke rumah sakit,” cerita Sukri.
Di rumah sakit pelat merah itu, bayi Riol langsung dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD). Hampir semalam di UGD, Rio dipindahkan ke ruang rawat inap bayi karena kondisinya mulai membaik. Baru dua jam dipindahkan, kondisi Rio justru semakin memburuk. Pihak medis terpaksa membawa Rio kembali ke ICU.
Sukri dan Murni bisa sedikit bernapas lega melihat kondisi buah hatinya berangsur membaik. Hanya saja yang menjadi beban mereka biaya yang harus dikeluarkan selama di ruang ICU. Meski ada dana bansos dari Pemkab Lobar sebesar Rp 5 juta, hanya mampu bertahan selama 4 hari untuk biaya pengobatan putranya. Keluarga pun kebingungan mencari uang untuk biaya rumah sakit yang mencapai Rp 13 juta.
Apalagi Sukri hanya buruh bangunan di Bali. penghasilannya Rp 1,5 juta perdua bulan. Itu hanya cukup memenuhi kebutuhan hidup. “Untuk biaya kita di sini, saya minjam sama tetangga dan saudara,” ucap pria yang tidak lulus bangku SMA ini.
Meski BPJS sudah dibuat empat hari lalu. belum dapat digunakan sebelum 14 hari. “Mudah-mudahan aja bisa cepat,” harapnya.
Pihak RSUD Tripat memastikan akan memberikan keringanan, serta belum akan menarik biaya apapun. Sampai keluarga Rio selesai mengurus Jamkesda. “Kami akan mengarahkan untuk mengurus Jamkesda, sehingga klaimnya bisa diarahkan ke Pemda. Kalau sekarang kami belum akan memungut biaya,” kata Dirut RSUD Tripat Gerung, drg H Arbain Ishak. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here