Beranda Lombok Timur Melihat Konsep Pembangunan Wisata Bupati Lotim (1)

Melihat Konsep Pembangunan Wisata Bupati Lotim (1)

BERBAGI
MUHAMAD RIFA’I / RADAR MANDALIKA HM Sukiman Azmy

Tahun 2019, Jalan Pariwisata Ditarget Mulus
Bupati Lotim HM Sukiman Azmy memiliki rencana besar dalam membangun wilayah Selatan Lotim. Terutama, membangun pariwisata untuk kesejahteraan masyarakat selatan.
MUHAMAD RIFA’I – LOTIM
KABUPATEN Lombok Timur (Lotim), memang kaya akan potensi wisata. Baik wisata pantai, laut, alam dan lainnya. Namun banyak kendala pariwisata daerah ini, sehingga terkesan tidak maju-maju.
Lotim juga memiliki tempat penginapan di Sembalun, yakni Cemara Siu. Cemara Siu ini, mengalami rusak berat setelah beberapa kali diguncang gempa bumi beberapa waktu lalu. Sehingga tidak lagi bisa difungsikan dan saat ini sudah diratakan dengan tanah.
Konsep Sukiman di Cemara Siu itu, tidak lagi membelakangi Gunung Rinjani. Akan tetapi, gundukan tanah yang menghalangi pemandangan arah Rinjani, diratakan. Karena sebelumnya, jika mengambil foto dari Cemara Siu dengan objek Rinjani, maka terhalangi gundukan tanah. Akan tetapi, saat ini bangunan akan ditarik ke belakang, sehingga tidak lagi menjadi penghalang ketika mengambil foto.
Artinya, Cemara Siu akan dibangun menghadap ke Rinjani. Dalam kurun waktu 1 bulan kedepan, juga akan membangun 20 berugak tahan gempa, di Cemara Siu, lengkap dengan fasilitasnya. Siapa pun yang berhasrat ke Cemara Siu, bisa menggunakan fasilitas tersebut.
Di wilayah Sembalun itu, ada banyak yang bisa dikembangkan. Mulai dari bawang putih, strawberry dan lainnya. Agrindo pernah ditinjau orang nomor satu di Lotim ini, memiliki hasil pertanian jagung. Jagung itu kalau dimasak tidak enak, tapi jika dimakan mentah-mentah baru enak. Nah itu, bisa menjadi bagian dari paket wisata, para pelaku pariwisata, termasuk khas lainnya. Dengan demikian, industri pariwisata akan bisa hidup.
Wilayah Lotim bagian selatan, seperti diungkapkan Bupati Lotim, HM Sukiman Azmy, sektor pertanian, kelautan, tidak menjadi sumber andalan. Akan tetapi adalah sektor pariwisata. Tahun 2019 mendatang, akan membangun tiga jenis infrastruktur di wilayah selatan. Yakni infrastruktur jalan. Semua jalan pariwisata harus hotmix sampai pelosok, air mengalir sepanjang tahun, dan listrik menyala sepanjang tahun.
Tiga infrastruktur yang akan dibangun di wilayah selatan itu, ditargetkan selesai Desember 2019. Bahkan, saat menjabat periode sebelumnya, ada jalan dibuka dari Jelok Buso menuju Desa Serewe mengikuti alur pantai. Tapi tidak tuntas, hanya sampai pengerasan saja. Tahun 2019 akan disambung kembali.
Konsep yang akan diterapkan di wilayah selatan, akan menganut konsep Kuta Lombok Tengah. Yakni laut, pantai jalan kemudian hotel. Bukan seperti konsep Senggigi yang dinilai salah. Konsep laut, pantai, jalan baru kemudian hotel akan diterapkan, agar tidak ada pantai yang dikuasai hotel. Serta tidak lagi ada yang menghalangi akses masyarakat. Sehingga, pantai benar-benar menjadi milik masyarakat. “Kepala Dinas PUPR, catat baik-baik. Pak Sekda, anggarkan nanti untuk infrastruktur jalan, air dan listrik,” pintanya.
Jika jalan sudah mulus, air mengalir dan listrik menyala, maka dengan sendirinya pariwisata itu akan jalan dan maju. (bersambung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here